Scroll to Top

Gol Spektakuler Andres Iniesta Memenangkan Barcelona 0-1 atas L’Hospitalet

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 10 Nov 2011

L'Hospitalet vs Barcelona 0-1

0-1. Menghadapi klub yang berada dua level di bawahnya, Barcelona hanya mampu mencetak satu gol. Terima kasih kepada Andres Iniesta yang memecah kebuntuan aksi pemain “campuran” yang diturunkan Josep Guardiola. Keunggulan inilah yang akan dibawa ke Camp Nou pada leg kedua mendatang.

Sebelumnya, Pep sudah kehilangan 7 pemain inti yang siap memainkan laga internasional. Kekuatan El Barca semakin berkurang ketika Victor Valdes cedera saat latihan. Otomatis, kiper muda Oier Olazabal dimasukkan untuk melengkapi skuad yang bertandang ke markas L’Hospitalet.

Olazabal menjadi deputi Jose Manuel Pinto. Kiper kedua Barcelona yang baru merayakan ulang tahun ditaruh Pep sebagai benteng pertahanan terakhir. Selain Pinto, Pep memasukkan Cristian Tello, penyerang berusia 20 tahun sebagai starter. Ada pula Jonathan dos Santos yang diplot sebagai bek kanan. Selebihnya, nama-nama terkenal tetap diturunkan Guardiola.

L’Hospitalet memang klub tetangga. Tapi, prestasi mereka jomplang dengan runner-up Copa del Rey musim lalu. Serangan Barcelona tumpah sebagai air bah. Tidak jelas lagi, siapa tuan rumah dan siapa yang berposisi sebagai tim yang bertandang.

Kiper L’Hospitalet, Moragon, seakan diajak rekan-rekannya untuk seolah berada dalam game saat latihan. David Villa, Seydou Keita, dan Cesc Fabregas mengujinya hanya dalam 26 menit awal. Cristian Tello yang menyisir dari kanan, sama sekali tidak menunjukkan kegugupan bersanding dengan dua nama besar di sektor penyerang Barcelona: Villa dan Iniesta.

Menyerang sepanjang pertandingan, Blaugrana seperti dikutuk. Gol tak kunjung datang sebelum akhirnya Iniesta memecahkan telur. Tembakannya dari luar kotak penalti melesak ke sudut atas gawang L’Hospitalet.

Bisa mengakhiri kebuntuan, Barcelona terus menyerang tanpa henti. Lagi-lagi, kesialan yang dijumpai mereka. Bahkan, hingga akhir pertandingan, tidak ada yang berubah. Skor 0-1 menjadi milik pasukan Pep Guardiola.

http://www.youtube.com/watch?v=kZYcH0UUVZY

Menyadari kemenangan ada di genggaman tangan, Pep memberi kesempatan untuk Rafinha beraksi. Gelandang berusia 18 tahun itu masuk menggantikan Cesc Fabregas. Rafinha menjadi pemain junior ke-21 yang dipentaskan Pep sepanjang karier kepelatihannya di Barcelona.

Keunggulan tipis ini memang berbeda dari dua musim sebelumnya. Pada musim 2009/2010 dan 2010/2011, El Barca selalu menang mudah 0-2 atas lawan-lawannya di babak 32 besar pada leg away.

Namun, kemenangan tipis yang sama justru terjadi pada musim 2008/2009. Kala itu, Barcelona merebut gelar Copa del Rey pertama dan satu-satunya sejauh ini di bawah asuhan Guardiola. Akankah kemenangan tipis ini menjadi penanda hal yang sama?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda