Scroll to Top

PSSI Merilis Bukti Surat Resmi Tentang Pembubaran PT Liga Indonesia

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 11 Nov 2011

Ada banyak cara bagi sepakbola kita untuk dikenal FIFA. Pertama, dengan prestasi. Namun, rasanya mustahil hal tersebut terjadi dalam waktu dekat. Timnas senior 99,9% gagal ke Piala Dunia 2014. Kedua, dengan konflik intern sesama pengurus sepakbola. Cara ini lebih efektif. Setidaknya, tahun 2011, kita disorot FIFA karena perseteruan tanpa henti.

Indonesian Premier League

Zaman Nurdin Halid, semangat reformasi sepakbola menjulang. Di tengah ketatnya waktu, sosok Djohar Arifin dimajukan sebagai calon alternatif yang “memuaskan” semua golongan. Kenyataannya, awal masa “pemerintahan” Djohar dibuat gelap oleh banyak hal. Termasuk, niatan para klub untuk mendirikan kompetisi sendiri bernama Indonesian Super League.

PSSI terus melakukan bantahan dan argumen untuk tidak mengesahkan ISL. Baru-baru ini, mereka bahkan menayangkan surat resmi pembubaran PT Liga Indonesia. Foto publik ini penting karena PT Liga Indonesia menganggap belum dibubarkan dan berhak menggelar liga.

Konflik tak berujung ini pun akhirnya merembet pada diskusi PSSI dengan AFC. Hasilnya, Sihar Sitorus, Ketua Komite Kompetisi, menyatakan AFC tidak akan peduli dengan kegiatan di luar PSSI. Sihar menambahkan, AFC mendukung penuh sepakbola Indonesia. Tentu yang dimaksud adalah sepakbola versi pengurus PSSI.

Ketika keadaan mencapai titik ini, yang terjadi pada akhirnya adalah perang klaim dan keberhasilan. Misalnya, dalam tayangan Inter Island Cup 2011 di ANTV. Presenter dan komentator sering menampilkan pujian kepada ANTV dan PT Liga Indonesia yang menyelamatkan kompetisi Indonesia. Sebaliknya, kritik terhadap PSSI dilontarkan. Terutama, tentang kompetisi yang belum berjalan. Kompetisi mandeg bisa membuat kuota keikutsertaan Indonesia di AFC Cup dan AFC Champions League hilang.

Sebaliknya, PSSI senantiasa melepaskan manuver dengan menyebutkan bahaya pengaturan skor dan transparansi. Sudah umum diketahui bahwa PT Liga Indonesia sangat tidak transparan sepanjang penggelaran Liga Super Indonesia. Anehnya, begitu PSSI menggelar Liga Prima Indonesia, PT LI seperti tersengat dan berani buka-bukaan.

Sampai kapan perang klaim ini berlanjut?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda