Scroll to Top

Thiago dan Rafinha Alcantara: Dua Bersaudara Masa Depan Barcelona

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 11 Nov 2011

Masuknya Rafinha sebagai pemain pengganti dalam laga L’Hospitalet vs Barcelona pertengahan pekan lalu, pasti disyukuri Thiago Alcantara. Ya, sebagai kakak, tentu Thiago berharap adiknya mampu meneruskan prestasi cemerlang. Kalau perlu, mereka menjadi duet di lini tengah Barcelona.

Thiago yang lahir dua tahun sebelum Rafinha, membutuhkan waktu tiga tahun sebelum mendapatkan pencapaian seperti sekarang. Bahkan, pada dua musim awal, 2008/2009 dan 2009/2010, ia hanya diturunkan sekali oleh Josep Guardiola.

Peruntungan Thiago berubah pada musim 2010/2011. Pep melihatnya semakin matang sebagai gelandang. Maka, tidak ada alasan untuk tidak mencoba pemain kelahiran an Pietro Vernotico, Italia ini.

Musim lalu, Thiago bermain 17 kali untuk Barcelona di semua kompetisi. Hebatnya, dari angka tersebut, 3 gol diceploskan. Sangat produktif untuk ukuran gelandang berusia 19 tahun.Musim ini, pencapaian Thiago dipastikan lebih dahsyat. Ia bermain 13 kali dalam 19 laga Barcelona di semua kompetisi.

Kini, Rafinha yang berposisi sebagai gelandang serang, memiliki potensi yang sama dengan sang kakak. Bedanya, jika Rafinha memulai debut di Copa del Rey, sang kakak melakoni laga perdana bersama Barcelona di pentas La Liga.

Dua bersaudara Thiago-Rafinha sendiri lahir dari keluarga olahragawan. Ayah mereka, Mazinho, adalah salah satu skuad Brazil di Piala Dunia 1994. Sang ibu, adalah pemain voli.

Thiago Rafinha Alcantara 3Uniknya, bukan sekali ini Barcelona memainkan dua bersaudara. Sebelum ada Rafinha-Thiago, sudah ada 22 pesepakbola bersaudara yang mentas di Camp Nou. Yang pertama adalah Arthur dan Ernest Witty, yang bermain di laga kedua Barcelona pada Desember 1899.

Sejak saat itulah pemain bersaudara di Barcelona seperti jamur. Tumbuh dan berkembang. Dua bersaudara paling cemerlang dalam dua dekade terakhir adalah Ronald-Frank de Boer yang bergabung dengan El Barca pada era Louis Van Gaal. Tidak hanya bersaudara, mereka kembar.

Akankah Thiago dan Rafinha benar-benar bisa berduet di lini tengah dan “menyingkirkan” generasi yang mulai tua seperti Andres Iniesta dan Xavi Hernandez? Kita lihat saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda