Scroll to Top

Kawasan Eropa Terancam Radiasi Nuklir

By Oktavianus Arthadiputra / Published on Saturday, 12 Nov 2011

Paparan bahaya nuklir tak kasat mata. Efek radiasi yang terjadi, baru bisa diketahui setelah individu terkena paparan nuklir sekian lama kemudian. Kasus terbesar akan efek radiasi ini adalah saat bom atom jatuh di Nagasaki dan Hiroshima, Jepang. Serta, mencuatnya kasus Minimata, di Negara yang sama, yang berdampak luas dan membahayakan nyawa.

fukushima power plant

Kejutan akan radiasi nuklir menghampiri warga di kawasan Eropa, Jumat (11/11). Berdasarkan informasi yang diperoleh Badan Internasional Energi Atom (IAEA) Eropa, dideteksi terjadinya radiasi tingkat rendah di atmosfer kawasan Eropa.

Radiasi yang terlacak adalah ditemukannya iodine-131, satu jenis radiasi yang terbentuk selama operasi reaktor atau peledakan senjata nuklir. Data tersebut diperoleh petugas badan nuklir sejak dua pekan lalu.

Negara yang melaporkan bahaya radiasi itu pertama kalinya ke IAEA Eropa adalah Republik Ceko. Melalui laporan hasil temuan petugas kantor Negara untuk keselamatan nuklir, Republik Ceko langsung melaporkan hal itu, dan menjadi landasan bagi IAEA Eropa mengeluarkan surat peringatan.

Bahaya yang bisa ditimbulkan iodine-131 jika terpapar pada tubuh manusia, dapat menimbulkan masalah pada kelenjar tiroid, yang berujung pada kanker tiroid.

Kelenjar tiroid adalah satu kelenjar terbesar yang normalnya memiliki berat 15 hingga 20 gram. Kelenjar ini terletak di bagian depan leher dan menjaga beberapa fungsi utama tubuh. Kelenjar ini mengekskresi tiga macam hormon, tiroksin, triiodotironin, dan kalsitonin.

IAEA menyatakan bahwa tingkat iodine-131 tidak cukup tinggi untuk mempengaruhi kesehatan manusia. Meskipun kecil, senyawa iodine-131 akan berdampak pada tubuh jika masuk dalam dosis yang tinggi dan terus menerus.

Asal sumber radiasi tersebut masih belum diketahui secara pasti. IAEA Eropa juga tidak yakin jika paparan radiasi tersebut merupakan sisa dari bencana nuklir di pabrik Daiichi Fukushima, Jepang, yang terjadi pada Maret lalu.

Pihak IAEA Eropa hanya memungkinkan bahwa radiasi tersebut berasal dari luar wilayah Republik Ceko. Kawasan mana saja yang sudah terpapar radiasi, tidak juga diberitahukan oleh IAEA.

Badan Proteksi Lingkungan Amerika melalui situsnya menyatakan, paparan iodine-131 bisa saja sudah tersebar di lingkungan kawasan Eropa. Hal ini dikarenakan senyawa iodine-131 berupa molekul sisa bahan bakar nuklir yang dapat tersebar dibawa angin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda