Scroll to Top

Dalam Adat Sumba, Perundingan Nikah Bisa Berlangsung Semalaman

By Ilham Choirul / Published on Friday, 18 Nov 2011

Menikah itu menyenangkan. Meski pun, untuk menuju ke sana juga membutuhkan perjalanan yang tidak mudah. Soal pacaran atau perkenalan sebelum melamar mungkin itu masih mengasyikkan. Tapi, begitu menginjak acara lamaran, inilah yang sering membuat deg-degan.

Nah, mari kita lihat adat Sumba soal melamar pasangan. Di sana, untuk membahas ini-itu pernikahan, bisa berlangsung semalaman atau tergantung selesai tidaknya pembahasan antara kedua belah pihak. Rombongan keluarga pria mendatangi rumah keluarga wanita dan berembuk tentang riwayat kedua keluarga, sampai hewan ternak yang akan diberikan pada keluarga wanita.

Hewan ternak? Iya benar. Di sana pihak keluarga wanita berhak menentukan hewan ternak yang mesti dihadiahkan dari keluarga pria. Bahkan, kalau tidak bisa memenuhinya pada waktu sekarang, dari sisi kualitas atau kuantitas, maka itu dianggap hutang yang harus dibayar kemudian hari. Jadi, beruntunglah jika mendapat calon mempelai wanita dengan pihak keluarganya yang tidak terlalu memberatkan pihak keluarga pria.

Ada kebiasaan unik sewaktu perundingan dilangsungkan. Saat keluarga pria datang, mereka disambut dengan sugunan minuman dan sirih pinang. Biasanya yang berunding adalah anggota keluarga yang “dituakan” yang berkumpul di ruang khusus. Yang berunding adalah para pria perwakilan dari kedua keluarga. Calon mempelai wanita dan anggota keluarga wanita tidak diperkenankan bertemu.

Dalam tradisi masyarakat Sumba, seperti rilis National Geographic, perundingan ini bertujuan menjaga harga diri kedua keluarga yang bakal menjadi keluarga besar. Selain itu juga dimaksudkan agar terjalin hubungan harmonis di kemudian hari. Maka, jangan heran kalau menemui mereka dalam kondisi kelelahan karena belum tercapai kesepakatan perundingan selama seharian penuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda