Scroll to Top

Karier Jose Mourinho Tersukses di Real Madrid

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 16 Nov 2011

Jose Mourinho

Jose Mourinho boleh dibilang seorang petualang sejati. Sudah enam klub di empat kompetisi berbeda yang ditanganinya.

Mou memulai karier di Benfica setelah diminta menggantikan posisi Juup Heynckes pada September 2000. Cuma bertahan dalam 11 laga, The Special One memilih pergi di bulan Desember 2000 setelah permintaannya agar kontrak diperpanjang, ditolak presiden Benfica.

Putus dari Benfica, Mou pindah ke União de Leiria. Dibawanya klub itu meraih posisi terbaik sepanjang masa, peringkat lima Liga Portugal. Di klub ini pun, Mou cuma bertahan sebentar, sembilan bulan.

Porto, klub terbesar Spanyol, mengontraknya pada bulan Januari 2000 dan dari sinilah perjalanan berburu gelar Mourinho dimulai. Diantarkannya Porto menjuarai Liga Champions 2003/2004 setelah menaklukkan AS Monaco 3-0 di final.

Sukses bersama FC Porto, Mou berlabuh ke Chelsea pada 2004.

Tiga musim lebih 2 bulan di Stamford Bridge, The Special One membawa Chelsea menjuarai Premier League 2 kali. Gelar pertama terasa spesial karena Mou memupus kekeringan prestasi liga The Blues selama 50 tahun.

Bermasalah dengan Roman Abramovich, Mourinho melepaskan jangkarnya ke Internazionale Milan. Di klub Italia ini, Mourinho meneruskan tradisi sukses Roberto Mancini. Nerazzuri dibawanya menggenggam scudetto tiga kali berturut-turut.

Musim terakhir lebih spesial karena “musuh sepakbola” ini mendapatkan gelar Liga Champions kedua untuk dua klub berbeda (sebelumnya Porto).

Jose Mourinho 1Di Real Madrid, untuk pertama kalinya Mourinho gagal mendapatkan gelar juara liga di tanah perantauan pada musim pertama.

Sebelumnya, ketika berada di Chelsea dan Internazionale, gelar tersebut terkesan begitu mudah didapatkan pada awal-awal karier. Mourinho gagal meredam kekuatan Barcelona.

Apakah berarti Mourinho jeblok di Madrid? Jawabannya tidak. Dilihat dari statistik, di kubu Santiago Bernabeu Mourinho mencapai prestasi paling apik.

Musim ini, Mourinho baru saja menuntaskan rekor membawa timnya mencetak lebih dari 200 gol. Rekor ini sangat fantastis karena baru musim lalu Mou mencatatkan diri sebagai pelatih Los Blancos.

201 gol yang tercipta, dicetak hanya dalam 76 pertandingan. Jika dibuat rerata, hasilnya 2,64 gol/laga. Catatan ini lebih baik daripada saat Mou melatih Chelsea dan Porto.

Di Porto, tempat ia bisa memenangi segalanya tanpa perlu repot-repot, Mou mencatatkan 200 gol dalam 95 laga. Reratanya 2,1 gol/laga.

Di Chelsea, dengan tekanan yang lebih tinggi, The Blues di bawah asuhan Mou baru mendapatkan 202 gol dalam 111 laga. Atau, reratanya 1,82 gol/pertandingan.

Dari segi persentase kemenangan, Mourinho pun lebih moncer di Real Madrid.

Tercatat, persentase kemenangannya mencapai 75%. Prestasi ini jauh lebih unggul daripada saat berada di Chelsea (70,81%), Porto (69,29%), dan Internazionale (62,96%).

Satu yang perlu digenapkan The Special One adalah gelar. Baik juara liga maupun Liga Champions, mesti didapatkan tahun ini. Sekaligus membuatnya mencatatkan rekor selalu berhasil membawa klub mana pun yang ditangani di tanah perantauan, memenangi liga domestik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda