Scroll to Top

Sandro Rosell: Jumlah Peserta Liga Champions Bisa Dinaikkan Dua Kali Lipat

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 16 Nov 2011

Presiden Barcelona ini sempat mengundang kontroversi ketika menyerukan pentingnya pengurangan peserta Primera Division. Rosell menyebutkan 16 klub adalah jumlah ideal untuk kasta tertinggi kompetisi di Spanyol.

Sandro Rosell Barcelona

Rosell berpendapat, dengan semakin sedikitnya jumlah klub, akan semakin banyak bintang di masing-masing klub. Artinya pula, peluang klub lain untuk mendekati kondisi keuangan Real Madrid dan Barcelona, lebih besar.

Selain itu, dengan cara ini, klub-klub Primera Division akan lebih kompetitif lagi. Peringkat pertama dan kedua tidak melulu dikuasai oleh Barcelona dan Real Madrid seperti dalam beberapa musim terakhir.

Sandro Rosell BarcelonaGebrakan Rosell tidak terhenti sampai di sana. Berbicara di Al Jazeera kemarin, ia menambahkan tekanan lain.

Rosell menegaskan dengan sedikitnya pertandingan di liga domestik, bukan berarti ada kesempatan untuk menambah jatah liga internasional. Melainkan, untuk menambah stok klub  La Liga di Eropa.

“Kita bisa menggandakan jumlah tim (wakil Liga) Spanyol yang berkompetisi di Eropa.”

Dari segi keuntungan, bisa dipastikan dengan jalan ini klub-klub Spanyol menangguk keuntungan besar. Angka-angka pemasukan peserta Liga Champions memang sangat menggembung.

Bahkan, seperti yang pernah dikatakan Juergen Klopp, pelatih Borussia Dortmund, klub bisa saja mengambil uang, tanpa peduli kalah atau menang.

Sebagai catatan, UEFA memberikan 2,1 juta Euro untuk tim yang berada di babak play-off.

Klub yang mampu menembus babak penyisihan grup (32 besar), mendapatkan 3,9 juta Euro.
Hanya berlaga di tingkat ini saja, klub sudah mendapatkan 550000 Euro. Jika menang, angka itu melonjak menjadi 800000 euro.

Taruhlah ada klub gurem yang tampil sebagai juara Liga Spanyol. Mereka akan senantiasa kalah dalam enam laga di babak penyisihan grup. Maka, mereka sudah mendapatkan 7,2 juta Euro!

Rosell tidak hanya membahas rencana masa depan tentang klub-klub Spanyol di Al-Jazeera. Ia juga membahas isu sensitif, perseteruan dengan Real Madrid.

Katanya, “Mereka (Real Madrid) selalu spesial. Kami ingin terus berbicara tentang sepakbola (dengan mereka). Tapi, sepakbola yang kami maksud adalah sepakbola yang ada di dalam lapangan. Kami tidak suka jika membahas hal-hal di luar lapangan.”

Ucapan Rosell ini sekaligus menyindir kejadian musim lalu. Jose Mourinho sang pelatih Real Madrid sempat berkoar tentang “Skandal Bernabeu”. Menurutnya, wasit memihak Barcelona dalam laga semifinal Liga Champions di Santiago Bernabeu. Dalam laga itu, Barcelona menang 0-2 melalui dua gol Lionel Messi setelah Pepe diberi kartu merah.

Sejak saat itu, ucapan Mou dan anak buahnya mewarnai media massa dunia. Mereka seolah berbalasan dengan para pemain Barcelona. Media pun dengan cerdik dan setengah licik, memblow-up berita sehingga seolah laga Real Madrid vs Barcelona adalah laga “kebenaran vs kejahatan”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda