Scroll to Top

Satu Semester, Burberry Bukukan Laba US$ 186 Juta

By Ilham Choirul / Published on Wednesday, 16 Nov 2011

burberryBurberry, produsen pakaian papan atas di Inggris, mencatat kenaikan penjualan yang signifikan selama satu semester, dari April hingga September. Bahkan, laba bersih naik hingga 41 persen atau menjadi 186 juta Dollar AS.

Pertumbuhan penjualan dipicu naiknya permintaan dari Cina, India, Rusia, Turki, kawasan Amerika Latin, dan Timur Tengah. Negara-negara tersebut memiliki perkembangan ekonomi yang pesat saat ini. Uniknya, Burberry mampu bertahan di tengah bergejolaknya krisis ekonomi Eropa.

Diterimanya produk Burberry di berbagai negara ini menguatkan niatnya untuk membuka cabang di beberapa negara. Rencananya, 10 toko akan disebar di Amerika Latin, Paris, dan China. Seperti rilis BBC, perusahaan ini punya penggemar fanatik untuk produk tas dan perlengkapan lain.

Burberry memasarkan berbagai ragam pelengkap berbusana. Mulai dari jaket, mantel, dan tas. Ciri khasnya adalah corak kotak dengan warna merah, hitam, dan coklat muda.

Menurut Angela Ahrendts, pemilik Burberry, kuatnya finansial yang dimilikinya saat ini menggugah semangatnya untuk terus berinvestasi dan berinovasi.

“(Ini)¬†mencerminkan investasi yang kami lakukan terus-menerus pada rancangan inovatif, pemasaran digital, dan strategi penjualan eceran,” katanya.

Di sisi lain, Richard Hunter dari Hargreaves Lansdown Stockbrokers, mengingatkan, barang mewah punya siklus hidup. Jenis produk ini sangat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan dunia secara umum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda