Scroll to Top

Wahai Ayah, Rahasiakan Depresimu dari Anak-Anak

By Ilham Choirul / Published on Wednesday, 16 Nov 2011

Apa pun beratnya pekerjaan Anda di kantor yang membuat stres pikiran, sebaiknya jangan perlihatkan depresi Anda kepada anak. Semakin sering anak Anda melihat ayahnya mengalami tekanan mental, maka bisa memengaruhi kondisi emosional sang anak. Emosinya menjadi kurang terkontrol dan cenderung memerlihatkan perilaku yang negatif.

anak depresi

Dari studi di Amerika Serikat yang melibatkan lebih dari 20 ribu keluarga, menunjukkan, anak juga mencontoh perilaku orangtuanya saat depresi, meski mereka juga meniru dalam hal yang baik. Hanya saja, orangtua yang depresi kerap menunjukkan perilaku negatif, bersikap keras, dan kritis. Ini bisa memicu sang anak untuk turut merasakan yang dialami orangtuanya. Efeknya tentu saja menyerang ke psikologisnya. Dia menjadi beremosional labil.

“Orangtua yang mengalami depresi cenderung kurang mengupayakan ikatan dengan anak-anak,” kata Jeremy Pettit, psikolog dari Florida International University, Miami, mengomentari penelitian ini, seperti rilis Reuters.

Penelitian yang ada sebelumnya lebih menyoroti efek ibu yang depresi terhadap sang anak. Hasilnya sama saja. Baik seorang ayah atau ibu mengalami depresi, dan kemudian “dilampiaskan” pada sang anak, maka juga akan memengaruhi emosional anak. Upaya menahan diri saat depresi menjadi penting ketika orangtua mengalami depresi.

Hasil ini termuat pada jurnal Pediatrics. Penelitian dilakukan oleh New York University School of Medicine, AS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda