Scroll to Top

Bagi Pasien Demensia, Terapi Tertawa Sehebat Obat Antipsikotik

By Ilham Choirul / Published on Wednesday, 16 Nov 2011

Jangan tunjukkan sikap memusuhi atau raut muka cemberut pada orang tua atau saudara Anda yang mengalami demensia. Penyakit yang serupa dengan kepikunan ini ternyata bisa dihadapi dengan jalan membuat ceria penderitanya. Langkah paling manjur adalah membuatnya tertawa. Kelucuan yang mampu membuat penderita demensia tertawa, dapat menurunkan agitasi sebesar 20 persen.

demensia

Terapi tertawa untuk demensia coba diteliti oleh Sekolah Psikiatri UNSW melalui 36 fasilitas perawatan Australia. Dari penelitian itu, ada kemajuan yang dialami oleh penderita demensia yang serupa dengan pengobatan menggunakan obat antipsikotik. Bedanya, pada penggunaan obat psikotik memiliki efek samping.

“Ini menunjukkan terapi humor atau tawa harus dipertimbangkan sebelum menjalani pengobatan untuk agitasi,” tutur Dr Lee-Fay, peneliti utama.

Namun, Fay mengatakan, efek terapi ini bisa terlihat setelah dilakukan selama 26 minggu. Perkembangan bisa dirasakan selama rentang waktu itu. Pada terapi selama 12 minggu, sudah muncul rasa bahagia dan perilaku positif di antara penderita demensia. Sehingga, perlu kesabaran untuk melakukan terapi tertawa ini.

Demensia merupakan penyakit yang punya gejala seperti kepikunan. Penderitanya kurang mampu berpikir dengan baik. Efeknya, mereka kurang mampu menyelesaikan masalah dan cenderung punya emosi kurang terkendali. Penderitanya lebih banyak orang dengan usia lanjut. Tetapi, bisa juga dialami oleh orang dengan usia yang lebih muda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda