Scroll to Top

Pria Punya Jari Manis Lebih Panjang dari Jari Telunjuk Cenderung Playboy

By Ilham Choirul / Published on Saturday, 21 Feb 2015

Jari Berteman

Memilih pria sebagai calon suami salah satu cara menetapkan kriterianya dapat dianalisa dengan cara melihat jemari tangannya. Berdasarkan studi yang dilakukan peneliti Kanada, ada kondisi tertentu pada jari-jari tangan untuk melihat kemungkinan pria berperilaku menyenangkan atau tidak. Ini dilihat dengan membandingkan ukuran panjang jari telunjuk dan jari manisnya.

Dalam studi yang dilakukan tim dari McGill University di Montreal, Kanada, pria yang memiliki jari telunjuk lebih pendek dari jari manisnya diketahui memiliki perilaku yang lebih menyenangkan. Hal tersebut cenderung terbalik hasilnya dengan pria yang jari manisnya lebih pendek dibanding jari manisnya. Hasil ini didapat setelah melakukan pengamatan terhadap 155 respoden yang diminta mengisi kuesioner terhadap perilaku mereka saat berinteraksi sosial selama 20 hari berkesinambungan.

Untuk menjelaskan kaitan antara kedua jari ini dengan psikologis pria, penelitian yang dilakukan sebelumnya bisa menjawabnya. Dalam studi dikatakan bahwa tinggi rendahnya hormon testosteron pria saat masih dalam kandungan dapat diamati dengan membandingkan jari manis dan telunjuk. Jika jari manisnya lebih panjang dari jari telunduk, paparan testosteronnya lebih banyak.

Efeknya, pria dengan jari manis lebih panjang dari telunjuk cenderung playboy, suka dengan wanita, punya indikasi senang selingkuh. Pasalnya pemilik testosteron tinggi lebih agresif dan dominan. Di lain sisi, pria seperti ini lebih ramah dan bisa diajak kompromi.

“(Sedangkan) pria dengan telunjuk lebih pendek cenderung mau mendengarkan, tersenyum, bahkan tertawa, berkompromi atau memuji lawan bicaranya, terutama bila itu wanita,” kata Debbie Moskowitz seperti dikutip dari Detik Health.

Menariknya, pria dengan jari manis lebih panjang juga dikenal mudah punya banyak anak. Peneliti menduga karena pria tersebut bisa membangun hubungan harmonis dengan pasangannya.

“Kami menduga ini karena mereka lebih mudah menjalin hubungan yang harmonis dengan seorang wanita, dan keharmonisan inilah yang mampu menjelaskan mengapa mereka mempunyai lebih banyak keturunan,” ungkapnya.

Komentar Anda