Scroll to Top

Nadine Coyle: Mantan WAGs Saingan Cheryl Cole

By Fitra Firdaus / Published on Sunday, 20 Nov 2011

Nadine Coyle 6

Juni 2011 lalu, seluruh lelaki Britania Raya tertawa puas dalam hati. Nadine Coyle, mantan rekan Cheryl Cole di Girls Aloud, resmi berpisah dengan sang tunangan Jason Bell, mantan pemain New York Giants.

Artinya, siap kencangkan ikat pinggang untuk menaklukkan perempuan berusia 26 tahun ini.

Seandainya tidak ada Cheryl Cole, mungkin Nadine akan menjadi eks. Girls Aloud yang paling spektakuler. Ia memiliki segalanya.

Rambut pirang, tubuh seksi, wajah cantik, dan yang paling penting: suara yang menawan.

Bakatnya sudah terlihat ketika kecil. Di usia 2 tahun, duduk di kursi belakang mobil keluarga, Nadine dengan apik menyanyikan lagu “Saturday Night at the Movie”-nya The Drifter.

Nadine yang moncer urusan tarik suara, memiliki masalah lain. Ia tidak berminat sekolah. Suatu ketika, sang ibu menerima rapor dan terpana dengan hasil yang fantastis.

Nilai Nadine hanya A dan B. Buru-buru ibu Nadine, Lilian, menelepon pihak sekolah untuk memastikan tidak ada kesalahan tulis di rapor tersebut.

Sekelumit kisah tadi cuma membuktikan kebulatan tekad Nadine dalam dunia entertainment. Tahun 2001, di usia 16 tahun, ia lolos audisi untuk girlband bernama Six. Namun, mengingat ia berbohong tentang umur dan melanggar batas usia (audisi diberlakukan pada perempuan berusia minimal 18 tahun), sebuah tiket ke dunia musik melayang.

Tak butuh waktu lama bagi Nadine membalas dendam. Setahun kemudian, ia sudah berada di puncak kesuksesan.

Nadine bergabung dengan girl band Girls Aloud hasil pilihan pemirsa setelah berkompetisi dengan sekian banyak orang dalam acara The Rivals. Bersama Cheryl Cole, Sarah Harding, Nicola Roberts, dan Kimberley Walsh, Nadine menyentak Britania Raya.

Girl bandnya terbentuk pada 30 November 2002. Kurang dari sebulan, single pertama mereka, “Sound of the Underground” memuncaki UK Singles Chart. Jadilah mereka sebagai pemusik dengan waktu tersingkat menduduki peringkat pertama single terlaris di Britania Raya sejak pembentukan.

Prestasi Nadine di Girls Aloud sudah tak bisa digambarkan. Seluruh album mereka mendapatkan platinum. Sejak 2003, 20 single mereka berturut-turut selalu masuk Top 10.

Namun, kemandirian harus dimulai pada 2009 ketika masing-masing personel ingin bersolo karier. Setelah jatuh bangun sekian lama, Nadine baru berhasil merilis album di penghujung tahun 2010. Album Insaintable dirilis setelah single bertajuk sama ditampilkan.

Tahun ini, di antara sakit hati kehilangan tunangan, Nadine berhasil merilis dua single. Yaitu, “Runnin'” dan “Sweetest High” yang kali ini tidak hanya dipasarkan di Britania Raya, tetapi juga seluruh dunia.

Trivia

  • Sangat suka menelepon. Ketika masih baru bergabung dengan Girls Aloud, Nadine bisa menghabiskan 700–1000 poundsterling cuma untuk berbicara dengan orang tuanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda