Scroll to Top

Jonas Ramalho: Pemain Kulit Hitam Pertama di Athletic Bilbao

By Fitra Firdaus / Published on Monday, 21 Nov 2011

Kemenangan Athletic Bilbao di kandang Sevilla 1-2 pagi ini memberikan kisah tersendiri.

Bukan hanya 3 poin pertama di Ramon Sanchez Pijzuan dalam 18 tahun terakhir. Melainkan juga kehadiran seorang pemain muda bernama Ramalho.

RamalhoJonas Ramalho Chimeno demikian nama lengkapnya, menjadi pemain paling unik bagi Athletic Bilbao.

Tidak hanya untuk musim ini sebagai musim pertamanya di La Liga. Setidaknya, nama Ramalho akan tercatat di hati penggemar tim Basque dalam waktu yang cukup lama.

Pemain berusia 18 tahun ini menjadi pemain berkulit hitam pertama yang bermain untuk Bilbao. Sesuai kebijakan klub, tidak ada orang lain selain keturunan Basque yang boleh menjadi Singa-Singa Perkasa Athletic Bilbao.

Ramalho tidak melanggar peraturan ini. Ibunya “berdarah” Basque sedangkan sang ayah adalah orang Angola.

Ramalho yang berposisi sebagai bek kanan ini sebenarnya sudah menembus tim utama pada tahun 2009.

Kala itu, ia dimasukkan dalam 18 pemain yang akan bertanding melawan Werder Bremen di Europa League.

Sayang, Ramalho tidak melakukan debut. Ia hanya bisa duduk di bangku cadangan, menunggu sesama rekan cedera atau kelelahan, dan menyadari doanya tak terkabul hari itu.

Hari ini, ia memang cuma digunakan oleh Marcelo Bielsa sebagai penyegar. Tubuh Inigo Perez ingin beristirahat dan sang pelatih memasukkan Ramalho di menit 87. Inilah pertandingan resmi pertamanya untuk klub kesayangan rakyat Basque.

Ramalho sendiri sedikit heran dengan posisinya. Meskipun ia bek kanan, Bielsa memplot sang pemain muda di posisi gelandang. Mengenai hal ini, Ramalho berkomentar dengan nada antusias,

“Saya sangat terkejut harus bermain di lini tengah. Tapi, Anda harus bermain apik di mana pun Bos (pelatih) meminta Anda berlaga.”

Ramalho yang memulai debut tak resmi pada usia 14 tahun, pun menunjukkan bahwa Bilbao bukanlah klub yang rasialis. Mereka hanya mencintai pemain produk lokal, tak lebih daripada itu.

Kalau dibandingkan, beberapa tahun lalu, klub Italia, Lazio, pernah melakukan hal serupa. Awal dekade 2000-an, Lazio membeli seorang Fabio Liverani dari Perugia.

Liverani pun menjadi pemain kulit hitam pertama bagi Biancocelesti. Sayang, Liverani justru mendapatkan OSPEK dari penggemar Lazio yang tak terima ada pemain kulit hitam yang bermain untuk klub mereka. Bahkan, Liverani dijuluki babi kotor.

Beruntunglah Ramalho tidak berada dalam posisi Liverani, dan beruntunglah Athletic Bilbao yang berani memainkannya. Bersama Iker Muniain, Ramalho diprediksi akan menjadi rising star paling menjanjikan di Liga Spanyol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda