Scroll to Top

Iuran BPJS Kesehatan Untuk Rakyat Miskin Belum Naik, Pemerintah Tidak Serius?

By Fitra Firdaus / Published on Tuesday, 28 Apr 2015

BPJS Kesehatan untuk Warga Binaan Panti

Iuran BPJS Kesehatan untuk rakyat miskin dinilai oleh sebagian kalangan harusnya naik dari Rp  19.225 ke angka Rp 27.500. Sikap pemerintah yang ‘diam’ juga dianggap tanda bahwa mereka tidak serius dalam pengelolaan BPJS. Jika hal ini diteruskan sistem keuangan dan layanan BPJS bisa saja memburuk.

Disampaikan oleh loordinator advokasi BPJS Watch Timboel Siregar, sebenarnya pemerintah bisa menaikkan iuran Penerima Bantuan Iuran (PBI) lebih besar lagi. Patokan angka iuran sebesar Rp 27.500 sendiri merupakan rekomendasi dari DJSN, TNP2K, Kemenkes, dan Kemensos. Dengan kenaikan PBI, diharapkan akan ada peningkatan pelayanan BPJS.

Peningkatan PBI dinilai penting demi membantu BPJS dalam membayar klaim. Pada Februari 2015 lalu, beredar opini bahwa saat ini BPJS tengah di ambang kebangkrutan. Saat itu Koordinator BPJS Watch Jatim, Jamaludin memaparkan bahwa dana iuran yang dihimpun dari peserta hanya 3 triliun rupiah, sementara klaim tagihan mencapai 5,7 triliun sehingga ada defisit 2,7 triliun.

Kini  Timboel Siregar mengusulkan dua hal, yaitu, “Kenaikan PBI sehingga bisa membantu BPJS membayar klaim ke RS atau puskesmas dan klinik. Selain itu,jumlah peserta PBI juga harus ditingkatkan hingga 120 juta orang.”

Timboel menyebutkan bahwa kenaikan PBI sangat relevan dengan amanat Undang-Undang Kesehatan serta janji politik Presiden Joko Widodo. Namun, dengan sikap pemerintah yang tidak bertindak menaikkan iuran, ada kecurigaan bahwa pemerintah abai terhadap BPJS.

“Ini merupakan bentuk ketidakseriusan pemerintah Jokowi terhadap masalah kesehatan,” kata Timboel pada Minggu (26/4) seperti dikutip Tempo.

Pihak BPJS sendiri, pada 16 Maret 2015 lalu menyatakan bahwa mereka tidak mungkin bangkrut. Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris enggan menyebut terjadi defisit. Baginya, “Yang ada itu mismatch antara iuran dan pengeluaran.”

Komentar Anda