Scroll to Top

Swansea City: Bertumpu Pada Pemain Mungil

By Wan Faizal / Published on Wednesday, 23 Nov 2011

Kekalahan 0-1 dari Manchester United akhir pekan lalu membuat rekor kandang Swansea City ternoda. Gol tunggal yang dicetak Javier Hernandez di awal laga itu adalah kekalahan pertama The Swans di kandang selama Premier League 2011-2012 bergulir.

Sebelum kekalahan itu terjadi, Swansea mampu meraup tiga kemenangan dan dua hasil seri dalam lima laga kandang pertama mereka. West Bromwich, Stoke City, dan Bolton Wanderers adalah trio klub yang mampu mereka taklukkan. Sementara Wigan Athletic dan Sunderland hanya mampu membawa pulang satu poin dari Stadion Liberty, markas Swansea.

Catatan laga kandang dan tandang Swansea memang sangat jomplang. Ketika bermain di kandang lawan, Swansea hanya mampu meraup dua poin hasil dari dua kali imbang dan empat kekalahan.

Namun dibalik itu semua, ada satu fenomena menarik terkait para pemain yang diandalkan manajer Brendan Rodgers untuk mengangkat prestasi Swansea. Jika diamati, Swansea sangat bertumpu pada tiga gelandangnya yang memiliki postur mungil, memiliki postur dibawah 170 cm, dalam setiap pertandingan. Jika tidak cedera, terkena akumulasi kartu, atau sedang mengalami kelelahan, bisa dipastikan ketiga pemain itu akan diturunkan Rodgers.

Siapa saja mereka? Dan bagaimana peran mereka bagi Swansea?

1.       Nathan Dyer

Memiliki postur tubuh paling mini di Premier League musim ini bersama Aaron Lennon (Tottenham) dan Albert Crusat (Wigan) dengan tinggi hanya 165 cm. Namun jangan pernah menyepelekan peran Dyer bagi Swansea.

Berposisi sebagai gelandang serang, akselerasi Dyer dari lini kedua, dan kadang bermain di sayap kanan, cukup merepotkan lini pertahanan lawan. Meski sejauh ini baru mencetak satu gold an tanpa assist, peran Dyer tetap tak bisa dikesampingkan. Hal itu terbukti dari kepercayaan yang diberikan Rodgers padanya.

Sejak pekan pertama, pemain berusia 24 tahun ini hampir pasti bermain diatas 80 menit dan selalu bermain sejak menit awal. Catatan terburuknya yakni hanya bermain selama 69 menit saat Swansea menyerah dari Norwich City 1-3 pertengahan Oktober silam.

Tinggi

165 cm

Menit main

988’

Berat

57,2 kg

Menit main/pertandingan

82’

Main

12

Gol

1

Starter/pengganti

12/0

Assist

0

2.       Joe Allen

Di pekan-pekan awal, namanya memang sempat tidak diperhitungkan Rodgers. Terlihat dari statistiknya dimana baru pada pekan keempat ia bermain sejak awal selama 75 menit. Dan sejak saat itulah Allen mulai rutin mengisi daftar starting eleven Swansea dengan terus bermain penuh selama 90 menit, kecuali laga akhir pekan lalu saat ia hanya dimainkan 45 menit.

Pemain kelahiran 14 Maret 1990 ini memang cukup lincah dan cakap mengomandoi lini tengah Swansea meski masih muda dan berpostur mini.

Pertandingan terbaik bagi Allen terjadi saat Swansea menahan imbang tuan rumah Wolverhampton 2-2, tanggal 22 Oktober 2011 lalu. Saat itu, Allen mencetak satu gold an membuat tiga tembakan tepat, serta bermain sangat apik di lini tengah Swansea.

Tinggi

168 cm

Menit main

800’

Berat

62 kg

Menit main/pertandingan

67’

Main

12

Gol

2

Starter/pengganti

8/4

Assist

0

3.       Leon Britton

Diantara pemain-pemain mini milik Swansea, Britton memang yang mengecap caps paling sedikit, yakni hanya 11 pertandingan. Namun perannya tetap tak tergantikan di lini tengah Swansea.

Bermain sebagai gelandang bertahan, rasanya memang cukup sulit membayangkan tubuh mini Britton harus berduel dengan para penyerang dan gelandang lawan yang memiliki postur tubuh lebih besar.

Namun kepercayaan yang diberikan Rodgers adalah jawabannya. Dalam 11 pertandingan tersebut, Britton selalu bermain sejak menit awal. Eloknya lagi, meski bermain sebagai defensive midfielder, Britton hanya mendapat satu kartu kuning sejauh ini.

Tinggi

168 cm

Menit main

889’

Berat

63,6 kg

Menit main/pertandingan

81’

Main

11

Gol

0

Starter/pengganti

11/0

Assist

0

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda