Scroll to Top

Edarkan Obat Sebelum Izin Keluar, Merck Bayar Gugatan Rp 9 Miliar

By Ilham Choirul / Published on Wednesday, 23 Nov 2011

Sebuah perusahaan farmasi besar di Amerika Serikat, Merck & Co, kena getahnya setelah melakukan perbuatan yang tidak mengindahkan etika dalam dunia farmasi. Perusahaan ini dituduh bersalah dan terbukti melakukan kriminalitas setelah memasarkan produknya , Vioxx, tanpa mau menunggu izin resmi edar dari pihak yang berwenang.

Departemen Kehakiman AS, mengatakan, perusahaan ini setuju untuk mengakhiri kasus itu dengan tebusan 1 miliar Dolar AS atau setara Rp 9 triliun atas gugatan kriminal dan sipil yang dialamatkan padanya. Untuk gugatan kriminal sebesar 322 juta Dollar AS dan gugatan sipil 628 juta Dollar AS. Angka kerugian yang dialami Merck & Co sebenarnya masih ditambah 4,85 miliar Dollar AS akibat harus menangani banyaknya gugatan atas produk Vioxx di tahun 2007.

Menurut rilis BBC hari ini (23/11), Vioxx ditarik dari pasaran pada 2004 lalu. Obat ini dipakai untuk meredakan sakit pada penyakit arthritis rematik. Hanya saja, penelitian terhadap obat ini berkata lain tentang efek sampingnya. Sebuah studi menyatakan, Vioxx dinilai mampu memunculkan risiko serangan jantung dan stroke. Namun, juru bicara Merck & Co, Bruce Kuhlik, membantahnya.

“Kami yakin Merck sudah bertindak dengan penuh tanggung jawab dan dilatari niat baik terkait dengan gugatan yang diajukan, termasuk dalam hal keamanan penggunaan obat Vioxx,” katanya.

Merck & Co menggarisbawahi, keputusannnya untuk menyelesaikan gugatan ini bukan berarti pihaknya telah melakukan kebohongan publik atas produknya ini. Bahkan, Merck juga tidak mengakui ini sebuah kesalahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda