Scroll to Top

Gairah Akan Ngedrop Kalau Setia Merokok

By Ilham Choirul / Published on Thursday, 24 Nov 2011

bahaya rokok p

Bagi perokok mungkin menganggap rokok sebagai pencetus impotensi adalah sebuah mitos. Namun setidaknya, perokok perlu tahu bagaimana batang rokok yang dihisap setiap hari bisa memengaruhi kualitas kehidupan seksualnya. Efek rokok terhadap impotensi berlangsung dalam jangka lama. Saat menginjak usia 40 tahun mungkin baru terlihat perubahannya.

“Mereka (perokok)  tak khawatir sampai akhirnya kehidupan seksual mereka terganggu,” kata Christopher Harte, dalam penelitiannya di AS.

Secara ilmiah, rokok mampu mempercepat terbentuknya endapan dalam arteri di jantung. Arteri ini sebagai jalan untuk memasok darah ke semua bagian tubuh, tidak terkecuali yang menuju ke penis. Kalau arteri ke penis juga mengalami penyumbatan, maka memengaruhi kemampuannya untuk bisa “tegak”. Akhirnya, terjadilah impotensi dan penis tidak punya “kekuatan” lagi.

Sementara itu, Herte meneliti pengaruh rokok terhadap gairah seksual. Dalam penelitian yang dipublikasikan British Journal of Urology International itu, Herte mendapati para perokok yang meninggalkan rokok ternyata memiliki kenaikan dalam gairah seksualnya. Yang dirasakan mantan perokok tersebut berbeda dengan waktu dia masih merokok. Juga, mereka punya “kekerasan” penis yang lebih baik dengan melihat dari ukuran lebarnya. Dan, perubahan itu terjadi begitu cepat selepas meninggalkan rokok.

Sebanyak 65 perokok dilibatkan pada penelitian tersebut. Mereka tidak impoten. Pengaruh rokok terhadap impotensi dipantau pada saat sebelum meninggalkan rokok, saat program, dan pascaprogram dilakukan. Di akhir program, mereka disuguhi film erotis dan diminta pendapatnya tentang efek pada gairah mereka. Dan, peserta yang bisa meninggalkan rokok mampu terangsang lebih cepat dari rekannya yang tetap bertahan dengan rokoknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda