Scroll to Top

Selamat! Tari Saman Lolos Jadi “Warisan Budaya Tak Benda” UNESCO

By Ilham Choirul / Published on Thursday, 24 Nov 2011

tari saman

Setelah dua hari lalu (22/11) UNESCO mulai menyeleksi 80 kandidat warisan budaya tak benda di Bali, akhirnya Kamis ini (24/11), ada keputusan pasti nasib Tari Saman yang turut menjadi kandidat dalam seleksi itu. UNESCO memutuskan tari asli Aceh ini sebagai warisan budaya tak benda karena sudah memenuhi kriteria yang ada.

Kriteria tersebut terdiri dari originalitas, keunikan, bernilai filosofi universal, dan punya pengaruh terhadap bangsa secara luas. Dan, Tari Saman telah membuktikan itu semua. Dalam pementasannya, Tari Saman difungsikan untuk memperingati peristiwa adat yang penting. Asalnya milik suku Gayo di Aceh. Penarinya adalah para pria, meski dalam perkembangannya juga dipentaskan para wanita. Pengajuan tari ini ke UNESCO sudah dilakukan sejak Maret 2010.

Namun, masyarakat dan negara tidak boleh tinggal diam setelah penganugerahan ini. Pekerjaan selanjutnya yaitu mempertahankan agar budaya ini tetap dilakukan untuk menjaga kelestariannya. Dan, setiap empat tahun sekali, warisan budaya tak benda akan ditinjau kembali oleh UNESCO.

“Setiap empat tahun sekali nanti akan dinilai kembali apakah apa yang diajukan pada empat tahun yang lalu itu konsisten dilakukan atau tidak. Kalau tidak ya bisa akhirnya dicoret kembali,” kata Arief Rachman, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, seperti dikutip BBC.

UNESCO juga akan punya andil terhadap budaya ini. Bagian dari badan PBB ini akan mengirimkan tenaga ahli untuk mengawal budaya tak benda yang ada dalam daftarnya. Mereka akan memberikan pengarahan dan menilai program pelestarian serta promosi dari berbagai budaya tersebut.

Saat ini, budaya asli Indonesia yang sedang dalam masa tunggu untuk dinilai UNESCO adalah tari tradisional Bali, gamelan dan seni pembuatan noken, tas tradisional Papua. Sementara itu batik, angklung, keris, dan  wayang sudah lebih dulu diakui sebagai warisan budaya tak benda dari UNESCO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda