Scroll to Top

Begini Risikonya Jika Remaja Akrab dengan Seks Bebas

By Ilham Choirul / Published on Tuesday, 26 May 2015

pacaran

Seks bukan lagi konsumsi sejoli yang menikah saat. Remaja mulai dari usia SMP hingga mahasiswa sudah mengenal seks yang dilakukan bersama pacar mereka. Seks bebas di klaangan remaja bahkan sampai tahap mengkhawatirkan. Mereka tidak hanya melakukan hubungan intim, tetapi juga banyak membuat video porno menggunakan ponsel saat afegan ranjang dilakukan.

Menurut psikolog keluarga Tika Bisano, remaja atau siapapun yang melakukan hubungan intim sebelum menikah tidak memiliki manfaat apapun. Dampaknya justru lebih buruk dan berpotensi dikucilkan keluarga maupun masyarakat. Pasalnya, seks pranikah telah melanggar norma agama, moral, hingga budaya. Satu lagi, pelakunya juga lebih rentan dengan penyakit seks menular.

Dikutip dari laman Okezone, berikut beberapa risiko dari pasangan belum menikah yang melakukan seks bebas:

Terserang penyakit. Penyakit kelamin ini mengintai pasangan yang sering gonta-ganti pasangan yang biasanya menganut kebiasaan seks bebas. Beberapa contoh penyakit menular seksual (PMS adalah herpes kelamin, sifilis, gonor, sampai HIV/AIDS. Di samping itu, remaja wanita yang sudah melakukan seks usia dini lebih berpeluang mengalami kanker serviks.

Hamil. Seks bebas sangat merugikan wanita. Pasalnya, begitu sel telur dalam rahimnya terbuahi dengan sperma yang dimasukkan pasangan prianya, maka dia akan mengalami hamil. Seringkali pihak pria yang menjadi teman seks bebas enggan untuk bertanggung jawab menikahi. Akhirnya terjadilah bayi lahir tanpa ayah yang menjadi aib. Di samping itu, hamil di luar nikah sering memicu tindakan pidana seperti pembuangan bayi, pembunuhan bayi, sampai aborsi.

Trauma. Pria yang hanya ingin main-main dalam sebuah hubungan asmara, biasanya getol untuk mendapatkan keperawanan dari pacar wanitanya. Setelah itu, jika sudah bosan maka wanita tersebut akan dicampakkan. Ini sering terjadi pada pasangan remaja yang masih labil emosinya. Akibatnya, wanita dapat mengalami trauma dan sakit hati berkepanjangan.

 

Komentar Anda