Scroll to Top

APOEL Sukses di Liga Champions, Politisi Siprus Mencari Muka

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 25 Nov 2011

Ternyata, tidak hanya di Indonesia saja politisi suka mencari muka dari prestasi olahraga, terutama sepakbola. Di Siprus, negara yang bahkan kebanyakan dari kita tidak mengetahui lokasinya di peta, kasus yang sama terjadi.

Para politikus Siprus berlagak sok kenal terhadap APOEL, wakil negara ini di Liga Champions. Maklum, APOEL yang merupakan klub terbaik dalam sejarah Liga Siprus, mencatatkan diri lolos ke babak 16 besar kompetisi terbesar di Eropa tersebut.

Lolosnya APOEL ini bagaikan mimpi di siang bolong. Bahkan, mungkin keajaiban yang hanya akan datang 1000 tahun sekali.

Digencet oleh klub-klub mapan seperti Shakhtar Donetsk (Ukraina), Porto (Portugal), dan Zenit St. Petersburg (Rusia), APOEL tampil digdaya. Skuad multinasional APOEL bahkan memuncaki grup G.

Maka, di negara yang cuma berpenduduk 1 juta jiwa, semua berubah menjadi penggila bola.

Misalnya, Presiden Demetris Christofias. Ia mengucapkan selamat dan berkata bahwa lolosnya APOEL ini adalah pencapaian terbaik dalam sejarah sepakbola Siprus.

Partai-partai politik pun tak kalah buka suara. Partai EDEK misalnya, memberikan statemen bahwa seluruh rakyat layak berpesta atas kesuksesan APOEL. Pemimpin partai sosialis ini, Yiannakis Omirou bahkan menyempatkan diri untuk mengirimkan sebuah telegram memuji kinerja para pemain.

Marios Garoyian, pemimpin DIKO, Partai Demokratnya Siprus, tak mau kalah dari EDEK. Ia menyebutkan, APOEL membuat rakyat bangga. Plus, menyindir bahwa pencapaian APOEL ini tak bisa dilakukan oleh siapa pun (termasuk politisi) di negara mungil tersebut.

Partai lain, EVROKO, menyebutkan, APOEL telah membuktikan bahwa “tugas” yang begitu sulit, mampu dicapai dengan semangat dan kolektivitas tim.

Media Siprus pun tak kalah latah. Mereka ramai-ramai menulis dalam headline tentang kehebatan APOEL yang skuadnya diisi para pemain internasional ini.

Rakyat Siprus tak kalah bersuka cita. Sejenak, mereka melupakan ancaman bangkrutnya negara seluas kurang dari 10000 km2 ini. Maklum, seiring bangkrutnya Yunani, Siprus tinggal menghitung hari akan bernasib sama dengan negara pemenang Euro 2004 itu.

Politisi Siprus mungkin merasa perlu memanfaatkan kesempatan ini untuk beramai-ramai memuji APOEL. Apa boleh buat, demikianlah risiko sepakbola sebagai olahraga terpopuler di dunia.

Setidaknya, semoga mereka tidak bernasib sama seperti politisi di negeri kita. Sok tahu tentang sepakbola, banyak bicara, dan ucapannya salah semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda