Scroll to Top

Lionel Messi dan Kutukan Para Penerima Ballon d’Or

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 26 Nov 2011

Lionel Messi Ballon d'Or

Meskipun orang Eropa mengaku sangat realistis dan menggunakan logika dalam segala hal, pada kenyataannya tidak demikian. Termasuk, untuk urusan penghargaan Ballon d’Or, gelar pemain terbaik dunia yang diincar oleh seluruh pesepakbola.

Banyak yang percaya, siapa pun yang memenangi Ballon d’Or, akan gagal membawa negaranya berprestasi dalam turnamen besar. Hal ini tidak hanya berlaku pada pemain Eropa. Tetapi juga, pemain-pemain Amerika Selatan dan Afrika yang bermain di benua biru.

Kesialan pertama menimpa penerima Ballon d’Or tahun 1957. Siapa lagi kalau bukan Alfredo di Stefano. Diakui sebagai yang terbaik pada tahun tersebut, setahun kemudian di Stefano menganggur di rumah karena Spanyol tak berpartisipasi di Piala Dunia 1958.

Kasus yang sama dialami oleh Eusebio, pesepakbola terbaik Portugal sepanjang masa. The Black Panther dianugerahi Ballon d’Or pada 1965. Namun, petaka terjadi di Piala Dunia 1966. Kala itu, Portugal bertemu dengan Inggris di semifinal.

Laga yang sedianya digelar di Goodison Park, berubah menjadi di Wembley. Konon, Inggris takut malu jika kalah dari negara debutan seperti Portugal sehingga perlu “mengosongkan stadion”. Dalam laga tersebut, Eusebio memang mencetak gol. Namun, ia gagal membawa Portugal melaju karena Inggris mencetak 2 gol. Eusebio menangis dan kutukan penerima Ballon d’Or berlanjut.

Tragedi lebih menyakitkan terjadi pada Gianni Rivera. Ia menerima Ballon d’Or pada 1969. Timnya, Italia, lolos ke final Piala Dunia 1970, tepat setahun setelahnya. Namun, nasib pemain AC Milan ini mengenaskan. Azurri ditaklukkan Brazil dengan skor amat telak, 1-4.

Roberto Baggio

Tidak perlu jauh-jauh. Kasus yang sama terjadi pada tahun 1990-an hingga 2000-an. Roberto Baggio dianugerahi Ballon d’Or tahun 1993. Setahun kemudian, penaltinya melesat jauh sehingga Italia kalah adu penalti dalam Piala Dunia 1994.

Ronaldo si tonggos, meraih Ballon d’Or pada 1997. Sialnya, pada 1998, timnya yang masuk final Piala Dunia 1998, dihajar Prancis 3-0. Bahkan Ronaldo konon terkena jampi-jampi dukun sehingga tampil sangat loyo.

Michael Owen adalah penerima Ballon d’Or 2001. Namun, di Piala Dunia 2002, ia tak cukup mampu membawa The Three Lions melaju. Satu gol Owen tak cukup membuat Inggris menaklukkan Brazil. Bahkan, blunder David Seaman memaksa Inggris pulang karena kalah 1-2 dari tm negeri Samba.

Bahkan, Lionel Messi yang mendapatkan Ballon d’Or tahun 2009, gagal pula di Piala Dunia 2010. Dianggap akan bersinar, sebiji gol pun tak lahir dari kaki Mesiah. Argentina pun rontok oleh Jerman dengan skor telak 0-4.

Jadi, kalau tahun ini Messi menerima Ballon d’Or lagi, Argentina dipastikan tidak akan memenangi Piala Dunia 2014?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda