Scroll to Top

Cholid Goromah Diminta Mengaku Sebabkan Dualisme Persebaya

By Aditya / Published on Wednesday, 01 Jul 2015

Cholid Goromah persebaya

Direktur Utama Persebaya 1927, Cholid Goromah, diminta untuk mengaku kepada publik bahwa dirinyalah orang yang menyebabkan terjadinya dualisme Persebaya Surabaya. Hal itu diungkapkan oleh mantan petinggi tim Bajul Ijo, Vigit Waluyo.

Vigit Waluyo belum lama ini mengaku pernah diberi uang sebesar 1,1 miliar rupiah oleh Cholid Goromah dan mantan Ketua Umum Persebaya Wisnu Wardhana untuk membentuk klub baru pada tahun 2010. Saat itu, Persebaya sering terlibat konflik dengan kepengurusan PSSI.

“Harapan saya, Pak Cholid Goromah juga mengakui hal ini ke masyarakat. Kalau nggak mau mengakui, lalu siapa yang ngasih dana ke Pak Wisnu Wardhana pada saat itu? Ya dia (Cholid Goromah),” tukas Vigit Waluyo beberapa waktu lalu.

“Memang saya menerima tawaran dari Pak Cholid Goromah dan Pak Wisnu Wardhana dengan catatan ada nilai kompensasi. Sebab saya ini profesional. Saya terima kasih ke Pak Cholid Goromah karena diberi uang Rp 1.1 miliar,” imbuhnya.

Dari situlah lahir Persebaya yang tampil di kompetisi Divisi Utama (DU) dan semusim berikutnya promosi ke Indonesia Super League (ISL) hingga menjadi salah satu klub papan atas di kompetisi kasta tertinggi tersebut.

Persebaya “baru” tersebut, kata Vigit Waluyo, dipermak dari Persikubar Kutai Barat yang saat itu nyaris bangkrut dan diambil-alih. Sementara Persebaya yang lama berkiprah di kompetisi Indonesia Premier League (IPL) dan pada tahun 2013 “dimatikan” oleh PSSI.

“Itu yang tidak pernah dibicarakan dan diketahui orang. Saya salut dengan Cholid Goromah. Kalau tak ada dia, Persebaya nggak bakal ada di ISL,” papar Vigit Waluyo.

“Bayangkan, saya hanya diberi waktu seminggu untuk bentuk tim. Saat itu Persikubar kebetulan pailit, jadi kita pakai mereka,” tambahnya.

 

Komentar Anda