Scroll to Top

Cholid Goromah Bungkam Terkait Dualisme Persebaya

By Aditya / Published on Friday, 03 Jul 2015

save persebaya 1927 bonekmania

Cholid Goromah memilih bungkam terkait tudingan bahwa ia adalah orang yang menyebabkan dualisme Persebaya Surabaya. Direktur Utama Persebaya 1927 itu ogah mengomentari tuduhan yang dilontarkan oleh mantan petinggi tim Bajul Ijo, Vigit Waluyo.

“Pada bulan Ramadan ini saya tidak mau menodainya dengan menjelek-jelekkan orang lain,” singkat Cholid Goromah beberapa waktu lalu.

Vigit Waluyo sendiri menyatakan siap bertemu dengan Cholid Goromah agar masalah ini lebih clear. “Saya siap. Saya akan bertemu dengan beliau. Kalau perlu, saya yang akan menghadap beliau,” tandasnya.

“Saya tidak mau memperburuk suasana. Saya tegaskan kembali kalau saya tidak memihak manapun,” lanjut Vigit Waluyo.

Vigit Waluyo belum lama ini mengaku pernah diberi uang sebesar 1,1 miliar rupiah oleh Cholid Goromah dan mantan Ketua Umum Persebaya Wisnu Wardhana untuk membentuk klub baru pada tahun 2010. Saat itu, Persebaya sering terlibat konflik dengan kepengurusan PSSI.

“Memang saya menerima tawaran dari Pak Cholid Goromah dan Pak Wisnu Wardhana dengan catatan ada nilai kompensasi. Sebab saya ini profesional. Saya terima kasih ke Pak Cholid Goromah karena diberi uang Rp 1.1 miliar,” ungkap Vigit Waluyo.

Dari situlah lahir Persebaya yang tampil di kompetisi Divisi Utama (DU) dan semusim berikutnya promosi ke Indonesia Super League (ISL) hingga menjadi salah satu klub papan atas di kompetisi kasta tertinggi tersebut.

“Harapan saya, Pak Cholid Goromah juga mengakui hal ini ke masyarakat. Kalau nggak mau mengakui, lalu siapa yang ngasih dana ke Pak Wisnu Wardhana pada saat itu? Ya dia (Cholid Goromah),” tukas Vigit Waluyo.

 

Komentar Anda