Scroll to Top

Fakta-Fakta Aneh Seputar Indonesian Premier League

By Fitra Firdaus / Published on Monday, 28 Nov 2011

Akhir pekan lalu, Indonesian Premier League sudah bergulir kembali. Tercatat, ada empat laga yang digelar. Yaitu, Persiba vs Bontang FC dengan skor 2-1. Selain itu, ada pula laga Persiraja vs Persija IPL (3-3), Semen Padang vs Persibo (0-0), dan PSMS vs Persebaya 1927 (1-2).

Persiba

Terlepas dimulainya kompetisi tertinggi versi PSSI yang ditunggu-tunggu semua pihak, ada fakta-fakta setengah konyol yang bisa membuat orang geleng-geleng kepala.

  1. Awalnya, PSMS adalah salah satu klub yang sangat “membenci” IPL. Mereka lebih suka berkompetisi di bawah bendera PT LI meskipun risikonya berada di Divisi Utama, bukan di kasta tertinggi. Namun, pada dua hari terakhir, terjadi perubahan besar. PSMS terbagi dua dan salah satunya menggelar laga melawan Persebaya 1927.
  2. Perangkat pertandingan yang dikirimkan PSSI sempat mengalami guncangan batin tersendiri. Mereka tidak dianggap ada di Bandung. Bahkan, di Medan, sebelum PSMS terpecah belah, perangkat pertandingan dicueki. Bustami, yang merupakan Pengawas Pertandingan (PP) mengalami nasib naas ini pada hari Kamis, 24 November. Ia sempat kebingungan karena tidak bisa berkomunikasi dengan siapa pun. Bahkan, Idris, CEO PSMS, tak mau tahu. Kelak, Djohar Arifin menyebut Idris sebagai penghancur PSMS karena sikap tidak profesionalnya. Sementara, Idris menjawab, “PSMS (versi ISL) memilih ISL karena bobroknya PSSI pimpinan Djohar Arifin”
  3. Semestinya, Arema menghadapi Persipura pada Sabtu, 26 November kemarin. Setelah “ditelantarkan” Mutiara Hitam yang beralih ke ISL, Arema kemudian berujicoba dengan PSM esok harinya. Kebetulan tim asal Makassar itu juga dijadwalkan akan bertanding dengan Persipura 3 hari setelah laga Persipura vs Arema. Ujicoba Arema vs PSM itu, klaim PT LPIS, disaksikan oleh Persipura yang datang ke Stadion Mandala.
  4. Persiba LPISelasa, 29 November 2011 ini, Bontang FC dijadwalkan akan bertamu ke kandang Persib. Meskipun Persib dipastikan memilih beralih ke ISL, Bontang FC tetap berangkat ke Bandung. Manajer Bontang FC Hariyadi, beralasan, “Kami belum menerima surat resmi dari PSSI atau pengawas pertandingan jika pertandingan itu resmi dibatalkan.” Kejadian serupa akan terjadi pada laga Persidafon vs Arema dan Persiba Bantul vs Mitra Kukar di hari yang sama. Persidafon dan Mitra Kukar lebih memilih untuk berlaga di ISL, namun PSSI belum memutuskan pembatalan laga.
  5. Menyusul mundurnya beberapa klub dari IPL, MNC Group mulai berpikir untuk mengurangi nilai kontrak IPL. Awalnya, kontrak tersebut mencapai 100 miliar permusim atau 10 kali lipat dari kontrak ANTV untuk ISL pada musim-musim sebelumnya. Mengingat klub-klub besar seperti Persipura, Persib, dan Persisam hengkang, keputusan ini bisa dibilang cukup fair.
  6. Entah karena pengurus Persib kegeeran atau memang karena PSSI yang tak ingin LPI kehilangan seluruh aset klub besar, klaim Persib, PSSI tidak berhenti merayu mereka untuk bergabung ke LPI. Sayangnya, klaim ini cuma berasal dari sebuah SMS yang belum bisa dikonfirmasi siapa pengirimnya. SMS tersebut menyebutkan, Persib diminta tetap datang ke Jalak Harupat pada Sabtu lalu. Sedianya, Persib melawan Mitra Kukar dalam laga awal LPI. Dalam SMS dikatakan, jika Persib datang, Persib tetap dianggap bertanding dan menang WO. Maklum, Mitra Kukar sang lawan, memilih ke ISL dan tidak datang ke Bandung.
  7. PSM dipastikan mendapatkan 6 angka dari kemenangan WO atas Persidafon dan Persipura. Artinya, mereka akan bersanding dengan Arema di puncak klasemen tanpa perlu menggelar pertandingan. Arema juga berstatus sama dengan PSM, menang WO dari dua tim yang sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda