Scroll to Top

MUI: Umat Islam Boleh Ikut BPJS Kesehatan, Tapi …

By Aden Isna Riadna / Published on Friday, 31 Jul 2015

MUI Umat Islam Boleh Ikut BPJS Kesehatan, Tapi ...

MUI sebelumnya menyatakan bahwa BPJS Kesehatan tidak sesuai dengan syariah. Namun, bukan berarti umat Islam Indonesia lantas haram memakai layanannya. Kaum muslimin tanah air boleh ikut Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari BPJS Kesehatan, selama belum ada BPJS Syariah.

Polemik seputar fatwa MUI bahwa BPJS haram, terus berpusar di banyak kalangan. Opini yang muncul pun beragam. Ada yang memberi jempol pada MUI, tetapi ada pula yang mengeluhkan fatwa ‘BPJS tidak sesuai syariah’ yang dikeluarkan  Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia V 2015.

MUI sekali lagi menegaskan bahwa Jaringan Kesehatan Nasional yang dikelola BPJS Kesehatan, saat ini bisa dipakai karena kondisi darurat.

Wakil Ketua Umum MUI, KH Maruf Amin pada Rabu (29/7) menyebut kepada CNN Indonesia, “BPJS yang ada sekarang itu belum ada yang syariah, masih konvensional semua. Jadi memang harus ada BPJS yang diloloskan secara syariah.”

Atas dasar inilah, maka penggunaan JKN di BPJS Kesehatan bukan lantas haram. Melainkan, boleh dilakukan hingga pemerintah mengubah sistemnya, atau membentuk BPJS Syariah. Sejatinya BPJS sudah bagus, tetapi harus diperbaiki.

“(BPJS Kesehatan) boleh (dinikmati oleh umat Islam) karena darurat,” cetus Ma’ruf.

Dibeberkan, kondisi darurat yang dimaksud adalah, program JKN di BPJS Kesehatan saat ini sedang berjalan dan dinikmati masyarakat. Selain itu, program ini merupakan program wajib dari pemerintah. Keadaan darurat berlangsung hingga ada solusi dari pemerintah tentang perbaikan sistem.

Salah satu hal yang menjadi masalah bagi MUI mengenai BPJS adalah, faktor kesepakatan pengelolaan dana. Dana yang terkumpul dari masyarakat sejauh ini diinvestasikan oleh BPJS di bank konvensional.

“Kalau diinvestasikan di bank konvensional maka investasi itu haram,” tambah Ma’ruf.

Komentar Anda