Scroll to Top

Sebagian Besar Kematian Akibat AIDS Disebabkan Keterlambatan Diagnosa

By Ika / Published on Wednesday, 30 Nov 2011

AIDS adalah salah satu penyakit menular yang paling ditakuti sampai saat ini dan belum ada obatnya. Ironisnya, penderita AIDS terus bertambah sekalipun kampanye pencegahan penyebaran virus HIV penyebab AIDS ini telah banyak dilakukan.

AIDS Symbol

Menurut Health Protection Agency, di Inggris saja terdapat 100.000 orang yang terjangkit virus HIV. Sedangkan seperempat dari mereka tidak sadar atau tidak tahu bahwa mereka sudah tertular virus mematikan tersebut.

“Kami sangat prihatin bahwa sejumlah besar orang di Inggris tidak menyadari status HIV pada diri mereka dan mereka terlambat didiagnosa,” kata Dr.Valerie Delpech.

Walau virus ini tergolong berbahaya dan mematikan, bukan berarti seseorang yang tertular HIV tidak memiliki kesempatan untuk berumur panjang seperti orang-orang sehat lainnya. Pendeteksian dini dan penanganan yang tepat bisa meningkatkan kesempatan hidup lebih lama bagi mereka yang terjangkit HIV. Sayangnya, sebagian besar kematian akibat AIDS  adalah karena para penderita tersebut terlambat mengetahui bahwa mereka tertular penyakit ini. Di tahun 2010 saja ada 680 orang yang meninggal akibat AIDS, dan dua pertiga dari mereka meninggal karena keterlambatan diagnosa.

Seperti dikutip Sidomi News dari Daily Mail, sebuah survey mengungkapkan bahwa laki-laki heteroseksual adalah mereka yang paling banyak terlambat didiagnosa terkena HIV. Dari semua penderita, ada 68% laki-laki heteroseksual yang tidak sadar bahwa mereka terjangkit virus ini dan terlambat didiagnosa, sedangkan laki-laki homoseksual hanya 39% dan wanita heteroseksual ada 58% yang terlambat didiagnosa terserang HIV.

Dari data-data inilah para ahli medis lebih menghimbau agar setiap orang lebih peduli dengan kesehatan mereka dan lebih waspada terhadap penularan virus HIV ini. Tak hanya itu, para ahli dan konsultan kesehatan juga mendesak agar tes HIV menjadi bagian dari tes yang bisa ditawarkan kepada setiap pengunjung rumah sakit atau klinik kesehatan, terutama di daerah atau negara dengan tingkat infeksi HIV yang tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda