Scroll to Top

Manuel Preciado: Pelatih “Paling Ditakuti” Jose Mourinho

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 02 Dec 2011

Ada satu nama yang bisa membuat Jose Mourinho bergidik. Bukan Pep Guardiola dengan strategi super ofensifnya. Melainkan Manuel Preciado.

mourinho dan preciado

Pelatih Sporting Gijon ini musim lalu sempat beradu argumen dengan The Special One. Gara-garanya, Preciado menurunkan kebanyakan pemain cadangan dalam laga menghadapi Barcelona pada bulan 22 September 2010.

Kala itu, Madrid masih begitu bersemangat berkejar-kejaran poin Barcelona. Sporting, dengan skuad “kelas dua”, mendatangi Camp Nou dan kalah 1-0. Jose Mourinho meradang karena menganggap Sporting sengaja datang ke markas El Barca untuk kalah. Perang ucapan pun tak terhindarkan.

Bulan November 2010, Real Madrid asuhan The Special One pun datang ke El Molinon, kandang Sporting untuk berlaga habis-habisan. Tim tamu sukses menang 0-1. Namun, justru Preciado yang dipuji karena taktiknya.

Pada 2 April 2011, dalam pertemuan kedua antara Mourinho-Preciado, terjadi hal yang paling mengejutkan. Sporting mampu menekuk Madrid 0-1 di Santiago Bernabeu, sekaligus membayarkan dendam kekalahan mereka 5 bulan sebelumnya.

Kemenangan ini begitu luar biasa karena Sporting tercatat sebagai tim pertama yang mampu menghancurkan Jose Mourinho di kandang dalam 9 tahun. Selama kurun waktu tersebut, di Porto, Chelsea, dan Internazionale, Mou sama sekali tak pernah kalah.

Tercatat, dalam 9 tahun, The Special One berlaga dalam 150 pertandingan dan hasil minimal yang dipegangnya adalah seri.

Di Porto, ia membawa klub tersebut menang 36 kali dan 2 kali seri dalam 38 pertandingan kandang. Di Chelsea, pasukan Mou tampil 60 kali di kandang dengan 46 kenenagan dan 14 kali seri.

Di Internazionale, ia mencatatkan rekor 29 kemenangan dan 9 seri dalam 38 laga. Bahkan, sebelum laga menghadapi Sporting, Mou mencatatkan 14 kemenangan berturut-turut bersama Real Madrid di Santiago Bernabeu.

Kekalahan 0-1 dari Sporting itu pun diakui Mourinho. Ia sampai merasa perlu mendatangi ruang ganti Sporting dan menyalami para pemain yang sukses menghancurkan rekor kandangnya.

Terakhir kali The Special One terhempas di kandang sebelum waktu itu adalah ketika Porto menghadapi Beira Mar 2-3 pada 23 Februari 2002.

Nah, akhir pekan ini, sang rival yang kini sudah “berteman baik”, akan kembali menjamu Real Madrid di El Molinon. Sporting sementara terjerat di peringkat 18, zona degradasi.

Kemenangan atas Madrid tidak hanya akan membawa mereka terangkat, tetapi juga membuat Preciado mampu membalikkan keadaan: mengungguli head-to-head dengan Jose Mourinho. Mungkinkah hal ini terjadi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda