Scroll to Top

Raul Gonzales: Top Skorer Liga Champions Sepanjang Masa

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 17 Jun 2011

Seumur hidup hanya ada dua klub yang pernah dibela Raul Gonzales di tingkat senior. Pertama, Real Madrid sejak 1994 hingga 2010. Kedua, Schalke 04 yang baru digelutinya semusim kemarin. Dari torehan golnya di kedua klub tersebut, Raul Gonzales mencatatkan diri sebagai top skorer Liga Champions sepanjang masa dengan 71 gol. Rekor ini tentu saja sangat jauh bagi Lionel Messi yang baru mengemas 33 gol. Apalagi pemain ambisius Real Madrid dan Portugal, Cristiano Ronaldo yang baru mencetak 28 gol.

Pertanyaan pun mencuat. Apakah Raul akan terus memperbaiki rekor tersebut? Kapankah Raul akan gantung sepatu sehingga torehan golnya bisa dikejar oleh para pemain yang lebih muda seperti Messi? Musim depan Schalke 04 memang tidak akan bermain di Liga Champions setelah mereka sepanjang musim terjerembab di papan tengah Bundesliga. Namun, bagaimana dengan musim berikutnya? 71 gol tersebut semestinya bukan akhir. Mantan Pangeran Bernabeu ini baru-baru ini bahkan berkata bahwa ia akan pensiun pada 2012 atau 2013. Setidaknya, masih ada satu musim (musim 2012/2013) bagi Raul.

Ya, Raul adalah salah satu pemain paling spektakuler yang dimiliki Real Madrid dan Spanyol. Total, ia mencetak 323 gol dari 741 pertandingan untuk Los Merengues. Di tingkat internasional, Raul sempat memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak Spanyol dengan 44 gol sebelum disalip oleh “juniornya”, David Villa.

Di Liga Champions, Raul dua kali menjadi top skorer, yaitu pada musim 1999/2000 dan 2000/2001. Di La Liga, ia menjadi pichichi pada 1999 dan 2001. Sudah tidak terhitung berapa kali gol-golnya membawa Real Madrid merebut gelar juara. Misalnya, sebuah gol hasil solo run kala melawan Valencia pada final Liga Champions 1999/2000 (hasil akhir 3-0). Demikian pula kala golnya mampu membantu Real Madrid mengandaskan Bayer Leverkusen pada final Liga Champions musim 2001/2002.

Yang paling mengesankan, hingga detik ini, Raul tidak pernah menerima satu pun kartu merah. Sikap fair play yang dijunjungnya tinggi-tinggi ini pula yang membuat ban kapten pernah melekat di lengannya di Real Madrid selama 2003—2010.

Setelah “diusir” dari kerajaannya sendiri, Raul tampil impresif bersama Schalke 04. Sebuah golnya membantu Schalke lolos dari hadangan Inter Milan di babak perempat final Liga Champions (agregat 7-3).

Kini, dua tahun menjelang pensiun, Raul mendapatkan tawaran menggiurkan dari Besiktas, klub Turki. Raul bisa bereuni dengan Jose Maria Guttierez (Guti), sahabat terdekatnya saat membela Madrid. Apakah Raul akan bersetia dengan Schalke; ataukah memilih kembali merasakan nikmatnya bermain bersama Guti seperti pada awal 2000-an?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda