Scroll to Top

Chelsea vs Valencia: Menyingkirkan Kutukan Stamford Bridge

By Fitra Firdaus / Published on Tuesday, 06 Dec 2011

Ketika ditunjuk menjadi manajer Chelsea, Andre Villas Boas atau AVB semestinya sudah memahami apa yang diharapkan seorang Roman Abramovich kepadanya. Claudio Ranieri, Jose Mourinho, Luiz Felipe Scolari, hingga Carlo Ancelotti sudah merasakan pahitnya tekanan sang bos ketika Chelsea gagal merengkuh final Liga Champions.

Chelsea Andre Villas-Boas

Maka, menghadapi Valencia Rabu dini hari mendatang, AVB mesti mengetatkan lini pertahanannya agar ia bisa memperpanjang napas di Stamford Bridge. Kalau tidak, kapak pemecatan yang selama ini disimpan Abramovich, mungkin meluncur sebelum Natal.

Ya, seandainya AVB gagal seri 0-0 atau memenangi laga krusial ini, Chelsea akan memasuki periode terburuk dalam masa pemerintahan diktator King Roman. Untuk pertama kalinya, The Blues gagal lolos dari babak 32 besar. Hasil terburuk sebelumnya adalah babak 16 besar. Chelsea mendapatkannya di musim 2005/2006 dan 2009/2010.

No Musim Tersingkir di Lawan
1 2003/2004 Semifinal Monaco (agregat 3-5)
2 2004/2005 Semifinal Liverpool (agregat 0-1)
3 2005/2006 16 Besar Barcelona (agregat 2-3)
4 2006/2007 Semifinal Liverpool (agregat 1-1, adu penalti 1-4)
5 2007/2008 Final Manchester United (adu penalti 5-6)
6 2008/2009 Semifinal Barcelona (agregat 1-1)*
7 2009/2010 16 Besar Internazionale (agregat 1-3)
8 2010/2011 Perempat final Manchester United (agregat 1-3)

Konsentrasi tingkat tinggi patut dilakukan The Blues sepanjang laga. Sudah bukan rahasia lagi bahwa kekalahan demi kekalahan yang menimpa mereka disebabkan oleh blunder lini belakang. John Terry yang sudah uzur dan David Luiz yang kakinya antik sekaligus membuat senam jantung harus mengulang kesuksesan seperti saat menghadapi Newcastle di akhir pekan kemarin.

Sekali salah, ancaman bisa datang kapan saja. Valencia sudah membuktikan betapa berbahayanya mereka ketika lawan teledor di bagian belakang. Apalagi penyerang mereka, Roberto Soldado, sedang dalam performa apik. Akhir pekan lalu, Soldado menjadi penyelamat Valencia saat menjamu Espanyol. Ia mencetak gol kemenangan Los Che.

Di Liga Champions, satu gol saja meluncur, Soldado akan bersanding dengan Lionel Messi dan Mario Gomez di puncak top skorer sementara.

Valencia sendiri datang ke Stamford Bridge dengan optimisme sangat tinggi. Dalam sembilan laga terakhir, mereka cuma kalah sekali dan seri sekali pula. Selebihnya, 7 kemenangan dengan koleksi 23 gol.

Bandingkan dengan Chelsea. Dalam 9 laga terakhir, mereka terhempas 3 kali dan ironisnya, semua terjadi di Stamford Bridge.

Apakah kali ini Kelelawar akan menikam The Blues seperti yang dilakukan oleh Arsenal dan Liverpool? Ataukah, Chelsea memperbaiki rekor menghadapi tim-tim besar musim ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda