Scroll to Top

Barcelona Siap Putus Hubungan dengan Real Madrid

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 18 Jun 2011

Rivalitas Real Madrid dan Barcelona terus berlanjut. Dahulu, kedua klub ini senantiasa bersaing di lapangan. Pertandingan El Clasico menjadi pertaruhan utama keduanya. Istilahnya, kedua klub boleh saja kalah atau seri dari klub lain di La Liga. Namun, jangan sampai kalah saat menghadapi sang musuh bebuyutan.

Musim 2010/2011, keadaan sedikit berubah. Barcelona sukses mencukur Madrid 5-0 di Camp Nou dalam lanjutan Liga Spanyol. Kekalahan memalukan ini menampar Madrid yang sebenarnya sempat optimis berkat kedatangan Jose Mourinho sebagai pelatih.

Alhasil, semangat “membalas dendam” membara. Kedua klub bertemu lagi di putaran kedua Liga Spanyol. Kali ini, keduanya bermain imbang 1-1. Namun, Madrid terpaksa gigit jari karena pemain mereka, Raul Albiol, diberi kartu merah. Ini adalah kartu merah kedua dalam dua pertandingan terakhir Madrid bersua Barcelona (saat Barca menang 5-0, Sergio Ramos mendapatkan kartu merah di menit terakhir).

Madrid bersua lagi dengan Barcelona di final Copa del Rey dan mereka menang 1-0. Lagi-lagi kartu merah melayang. Kali ini giliran Angel di Maria yang mendapatkannya di menit terakhir babak extra time.

Di semifinal Liga Champions, kedua klub kembali bergelut. Semifinal pertama di kandang Madrid menjadi titik puncak perseteruan. Barcelona menang 2-0 berkat dua gol indah Lionel Messi. Madrid kembali tertimpa sial. Pepe mendapatkan kartu merah karena melanggar Daniel Alves. Geram pemainnya selalu mendapatkan kartu merah, Mourinho menyebut telah terjadi skandal Bernabeu yang menolong Barcelona lolos ke final.

Dari sinilah perseteruan kedua kubu meluas ke luar lapangan. Barcelona dianggap sebagai kumpulan pemain drama sedangkan Madrid adalah kumpulan pemain beladiri. Perang tuduhan pun berlanjut. Sebuah koran proMadrid menampilkan isu bahwa ada kemungkinan para pemain Barcelona memakai doping. Sementara itu, isu Skandal Bernabeu ala Mourinho terus menyebar dan menggelinding bagai bola salju. UEFA dianggap selalu membela Barcelona ketika klub tersebut terdesak, terutama saat melawan tim asuhan Mourinho (Chelsea dan Internazionale sebelumnya juga bertemu dengan Barcelona).

Di tengah kericuhan ini, presiden Barcelona, Sandro Rossel, kemarin menyampaikan pernyataan tegas. Ia “mengancam” bahwa Barcelona bisa saja memutuskan relasi institusional mereka dengan Real Madrid jika sekali lagi Madrid menuduh yang tidak-tidak. Rossel juga menekankan bahwa persaingan kedua kubu sebaiknya dikembalikan di lapangan. Ya, sudah semestinya sepakbola dinilai dari pertandingannya, bukan gosip atau hal-hal lain yang sering dilontarkan Jose Mourinho dan para pemainnya karena ketidakmampuan mereka menerima kekalahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda