Scroll to Top

Siapa Pengganti Leonardo?

By Wan Faizal / Published on Saturday, 18 Jun 2011

Setelah hengkangnya pelatih Leonardo, kini Presiden Inter, Massimo Moratti kebanjiran tawaran dari beberapa pelatih yang tertarik untuk menangani Inter. Leonardo sendiri dikabarkan akan segera melatih klub asal Prancis, Paris Saint Germain.

Beberapa rumor terus merebak di Giuseppe Meazza selepas perginya Leonardo. Marcelo Bielsa, eks pelatih Timnas Argentina sempat muncul sebagai favorit. Namun belakangan berita itu memudar seiring rumor yang menyatakan bahwa Bielsa akan melatih Athletic Bilbao.

Carlo Ancelotti juga sempat masuk dalam daftar buruan. Namun, eks pelatih Chelsea itu telah menolaknya dan menyatakan masih ingin tetap di Inggris.

Lalu, siapakah calon pengganti Leonardo? Berikut adalah para kandidatnya.

Gian Piero Gasperini

Karier Gian Piero Gasperini sebagai pelatih terus menanjak sejak ia menangani tim junior Juventus sejak 1994. Ia bertahan disana hingga musim 2003. Kemudian ia ganti membesut Crotone dan membawa tim tersebut promosi ke Serie-B. Ia menjadi terkenal ketika menjadi pelatih Genoa. Membawa Genoa promosi ke Serie-A dan membuat tim tersebut menjadi salah satu “kuda hitam” di Serie-A. Saat ini, Gasperini dalam posisi menganggur setelah Genoa memecatnya musim lalu.

Gasperini memiliki motivasi yang tinggi untuk melatih tim besar. Kesempatan yang selama ini belum pernah ia rasakan. Tapi, bagaimanapun juga Gasperini tidak memiliki pengalaman dalam menangani tekanan-tekanan yang ada di klub besar. Berdasar taktik, Gasperini cocok dengan Inter karena ia gemar memakai pola 4-4-3. Formasi yang sudah menjadi formasi andalan Inter.

Moratti sepertinya tertarik untuk merekrut Gasperini. Hal ini yang membuatnya menjadi salah satu kandidat terkuat mengisi pos pelatih I Nerazzurri.

Sinisa Mihajlovic

Pelatih asal Serbia ini memiliki kedekatan dengan Inter. Mihajlovic mengakhiri kariernya sebagai pemain bersama Inter. Kemudian ia menjadi asisten pelatih Roberto Mancini dan berandil dalam membawa Inter meraih scudetto Serie-A. Karena kedekatan itu, eks pemain dengan spesialisasi tendangan bebas ini menjadi pilihan yang realistis bagi Inter, karena ia sudah paham dengan tim.

Mihajlovic memulai kariernya sebagai pelatih dengan menangani Catania dua musim lalu. Semusim kemudian, ia dikontrak Fiorentina untuk menggantikan Cesare Prandelli yang melatih Timnas Italia. Fiorentina sendiri sepertinya tidak akan menghalangi Mihajlovic untuk pergi, jika melihat penampilan yang cukup buruk untuk tim sekelas Fiorentina musim lalu.

Claudio Ranieri

Ranieri adalah pelatih yang sebenarnya cukup stabil, sesuatu yang mungkin dibutuhkan Inter saat ini. Tapi sisi buruknya adalah ia dicap sebagai “The Best Loser” atau pecundang terbaik. Ia dikenal sebagai Mr. Runner-Up karena sering membawa tim yang dilatihnya hanya mampu finish di posisi kedua. Ia memiliki banyak pengalaman melatih tim-tim Italia. Di luar Italia, ia juga pernah melatih Valencia, Chelsea, dan Atletico Madrid.

Reputasi buruknya bersama Juventus dan AS Roma musim lalu membuat fans Inter tidak yakin dengannya. Tapi pengetahuannya tentang sepakbola Italia membuat ia menjadi salah satu pilihan terbaik. Apalagi saat ini ia sedang menganggur setelah pertengahan musim lalu mundur dari jabatan pelatih Roma.

Diego Simeone

Seseorang yang dulu menjadi favorit fans Inter semasa ia bermain untuk La Beneamata pada musim 1997-1999. Simeone musim lalu sukses membawa Catania lolos dari jeratan degradasi. Padahal ia baru diangkat menjadi pelatih pada Januari. Banyak yang terkejut ia malah memilih meninggalkan Catania pada akhir musim.

Simeone memang memiliki ambisi, rasa lapar akan gelar, dan popularitas di mata Interisti. Tapi, pengalamannya yang kurang dalam menangani klub besar sekelas Inter tentu menjadi ancaman nyata bagi masa depan tim. Sebelum melatih Catania, Simeone hanya menjadi pelatih di klub-klub lokal Argentina, seperti Racing Club, Estudiantes, River Plate, dan San Lorenzo.

Luciano Spalletti

Luciano Spalletti mulai bersinar ketika sukses mengantar Udinese masuk Liga Champions untuk pertama kalinya pada 2004-2005. Lalu, ia menangani AS Roma. Selama empat musim bertugas di Olimpico, nama  Spalletti selalu dielu-elukan fans I Giallorossi karena menjadikan Roma sebagai tim yang paling atraktif di Italia. Selepas dari Roma, ia melanjutkan pekerjaannya di Rusia dengan melatih Zenit St. Petersburg. Semusim disana, ia sudah meraih gelar juara Liga Rusia dan Piala Rusia.

Hambatan terbesar Inter untuk mendapatkan Spalletti adalah karena Zenit tidak mau melepas sang pelatih. Beberapa waktu lalu, nama Spalletti memang kencang diisukan akan kembali ke Italia. Gaya permainan yang diusungnya tentu akan menjadi warna tersendiri bagi permainan Inter.

Louis van Gaal

Salah satu pelatih besar dan paling dihormati di sepakbola Eropa. Kesuksesannya dalam menangani tim adalah sebabnya. Ajax Amsterdam, Barcelona, AZ Alkmaar, dan Bayern Muenchen adalah tim yang bersinar kala ditangani pelatih asal Belanda tersebut. Berbagai gelar juara mampu ia persembahkan pada tim-tim tersebut.

Saat ini, van Gaal sedang dalam posisi menganggur. Melatih di salah satu klub Serie-A tentu akan menjadi pertimbangan tersendiri baginya, sekaligus mendapat pengalaman baru karena selama kariernya ia belum pernah melatih tim Italia. Selain itu, van Gaal juga berkepentingan untuk menaikkan kembali reputasinya setelah musim lalu dipecat manajemen Bayern akibat kegagalan tim meraih gelar juara. Menarik dinanti, karena Inter-lah yang mengandaskan ambisi van Gaal dalam meraih gelar Liga Champions 2009-2010 bersama Muenchen. Saat itu di final yang dilangsungkan di Santiago Bernabeu, dua gol dari Diego Milito menjadikan Inter sebagai kampiun.

Andre Villas-Boas

Fans Inter bisa bermimpi akan mendapatkan kembali “The Special One” Jose Mourinho dalam diri Andre Villas-Boas. Banyak kesamaan antara dirinya dengan Mourinho. Sama-sama sukses sebagai pelatih di musim pertama menjadi pelatih. Musim lalu, Villas-Boas berhasil mempersembahkan treble winners bagi FC Porto. Selain itu, Villas-Boas dulunya adalah asisten pelatih Mourinho.

Cukup sulit bagi Inter untuk mendapatkan jasa pelatih yang masih berusia 33 tahun ini. Dikarenakan FC Porto enggan melepasnya. Apalagi Villas-Boas juga mengatakan masih ingin melatih Porto pada musim depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda