Scroll to Top

Josep Guardiola: Mimpi Buruk Real Madrid

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 08 Dec 2011

Josep Guardiola sangat diremehkan ketika menggantikan sosok Frank Rijkaard. Ia sebelumnya cuma berpengalaman meloloskan Barcelona B ke Segunda Division.

Josep Guardiola

Dua dari tiga laga pertama di tangannya, El Barca kalah. Namun, setelahnya Pep sukses menciptakan skuad sekuat angin badai. Gelar jenis apa pun sudah disambar sang pelatih berusia 40 tahun di tahun 2009, cuma selang 1,5 tahun sejak ia ditunjuk oleh Joan Laporta, eks Presiden Barcelona.

Sejak ditangani Guardiola, Barcelona begitu digdaya. Tiga musim, tiga gelar juara La Liga. Plus, membawa Real Madrid dalam keterpencilan yang cukup menyakitkan. Ya, tiga kali berturut-turut dipaksa menyerah dari rival abadi jelas bukan hal yang mudah dilupakan.

Satu lagi yang lebih menusuk hati Madridistas, Guardiola adalah mimpi buruk mereka. Dalam sejarah 3,5 tahun persuaan Barcelona dengan Madrid di era Pep, Los Blancos cuma bisa sekali meraih kemenangan.

Di liga, Madrid cuma bisa memetik satu hasil seri dalam 6 laga terakhir. Gawang mereka juga selalu bocor oleh Lionel Messi di Santiago Bernabeu. Yang lebih mengkhawatirkan, sejak Pep ada, Madrid tak bisa menang di kandang sendiri!

Musim ini, untuk pertama kalinya Pep menghadapi skuad Madrid yang dilatih oleh manajer yang sama dalam dua musim berturut-turut. Sebelumnya, Guardiola sudah merasakan nikmatnya menaklukkan tiga pelatih Madrid dalam tiga tahun.

Pada musim 2008/2009, Juande Ramos sesama pelatih Spanyol, dibuat tak berdaya. Madrid dihajar 2-0 di Camp Nou dan 2-6 di Santiago Bernabeu.

Musim 2009/2010, Los Blancos mencona resep Chili ala Manuel Pellegrini. Hasilnya sama saja. Madrid dibekap 1-0 di Camp Nou. Lalu, Barcelona menguliti mereka 0-2 di kandang sendiri sekaligus merebut posisi pemuncak klasemen.

Josep Guardiola 1

Musim lalu, cita rasa Portugal Jose Mourinho tak cukup mengalahkan Pep. Madrid dihajar 5-0 pada November dan cuma bisa bermain imbang 1-1 di Santiago Bernabeu, hasil seri pertama mereka dalam 3 tahun bersua Pep.

Dalam tiga musim itu pula, Pep selalu sukses dengan skema False Nine-nya. Musim 2008/2009, striker utama Thierry Henry dikorbankan untuk Messi. Musim berikutnya giliran si bengal Zlatan Ibrahimovic yang disuruh melebar. Musim 2010/2011, David Villa harus menempati posisi “penyerang palsu” ini demi sang Mesiah.

Akhir pekan nanti, entah Villa atau si anak ajaib Isaac Cuenca yang akan dikorbankan di Santiago Bernabeu. Bukan para penyerang palsu itu yang perlu ditakuti Madridistas. Tapi, Josep Guardiola yang mungkin akan membuat Madridistas tak bisa tidur berhari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda