Scroll to Top

Tujuh Gol Olympique Lyon ke Gawang Dinamo Zagreb Hasil Rekayasa UEFA?

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 09 Dec 2011

Olympique Lyon

Hati-hatilah jika Anda seorang pemain sepakbola dan mengerling pada lawan saat berlaga. Bukan berarti Anda akan dicap sebagai penyuka sesama jenis. Tapi, karena Anda akan dicap “bekerjasama” dengan lawan.

Kasus inilah yang sekarang menimpa Domagoj Vida, pemain Dinamo Zagreb. Gara-gara mengerling pada Bafetimbi Gomis, para penggemar Ajax dan seluruh insan sepakbola dunia meragukan apa yang terjadi dalam laga Dinamo Zagreb vs Olympique Lyon di Liga Champions.

Dalam laga hidup-mati itu, Lyon membutuhkan 7 gol untuk menjadi runner-up grup dan lolos ke babak 16 besar. Sekaligus, menyingkirkan Ajax Amsterdam lewat selisih gol atau produktivitas gol. Namun, Lyon justru tertinggal 1-0 dulu oleh Dinamo Zagreb. Pekerjaan besar berada di tangan pasukan Remie Garde.

Hebatnya, dalam 46 menit, Lyon mampu mencetak 7 gol yang mereka butuhkan. 4 di antaranya dibuat dalam interval 7 menit! Agak aneh tentu, sebuah tim yang dalam 44 menit sebelumnya tak bisa mencetak sebiji gol pun ke gawang tuan rumah, tampil begitu luar biasa. Bahkan, meski Dinamo Zagreb bermain dengan 10 orang, gawang mereka terlalu mudah kemasukan gol.

Nah, seusai gol kelima Lyon, terjadilah tragedi berkedip itu. Ketika itu Bafetimbi Gomis hendak merebut bola dari Domagoj Vida, agar Dinamo Zagreb lebih cepat kick-off dan Lyon lebih cepat menambah gol.

Vida mempertahankan bola sambil mengerling dan mengacungkan jempol pada Gomis. Entah kebetulan atau tidak, yang jelas gambar dan video aksi Vida ini sekarang dinikmati oleh semua orang di setiap penjuru dunia.

Domagoj Vida

Reaksi pun muncul.

Frank de Boer, pelatih Ajax, berkomentar, “Asisten saya berkata, gol-gol (Lyon) lahir dengan begitu cepat dan mudah. Dalam laga normal, Anda tidak bisa mencetak sejumlah gol itu hanya dalam setengah jam.”

De Boer juga menyatakan, “Jika ada yang aneh, maka sudah seharusnya UEFA menyelidiki kasus yang terjadi di Zagreb.”

Sementara, beberapa menit menjelang gol pertama Lyon, sebuah tragedi terjadi di Amsterdam Arena. Ajax yang hanya membutuhkan hasil seri, terpaksa meringis. Dua gol mereka dalam jarak empat menit ke gawang Real Madrid, dianulir wasit. De Amsterdammers pun kalah telak 0-3 oleh Los Blancos.

Apakah dua insiden ini berkaitan? Ataukah hanya salah satu laga saja yang “rekayasa”? Lalu, adakah hubungannya dengan Michael Platini, Presiden UEFA yang seorang Prancis?

Yang jelas Presiden Dinamo Zagreb menyebut kekalahan 1-7 atas Lyon adalah aib terbesar dalam sejarah klub. Bahkan, manajer klub itu, Krunoslav Jurcic, langsung dipecat beberapa jam setelah laga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda