Scroll to Top

10 Momen Terpanas El Clasico

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 10 Dec 2011

Semua mata akan memandang duel terbesar tahun ini pada Minggu dini hari. Real Madrid sang pemuncak klasemen La Liga akan berhadapan dengan Barcelona, juara bertahan musim lalu.

Sebelum menyaksikan duel yang menguras emosi ini, tak salah jika kita mengenang 10 momen terpanas El Clasico sepanjang masa.

Samitier, Sang Pengkhianat Paling Beruntung

Hanya sedikit pemain yang berpindah klub secara langsung dar Barcelona ke Real Madrid dan sebaliknya. Penggemar sepakbola era 1990-an tentu masih mengingat kasus Luis Enrique dan Luis Figo. Namun, pengkhianat paling beruntung dalam sejarah kedua klub adalah Josep Samitier.

Ia berpindah klub dari Barcelona yang sudah membesarkan namanya selama 14 tahun ke sang rival abadi, pada Januari 1933.

Pengkhianatan Samitier untuk Barcelona semakin lengkap. Berseragam Los Blancos, ia dua kali bertemu dengan Barcelona.

Dari dua laga tadi, sialnya bagi Cules, Samitier selalu mencetak gol dan Madrid selalu menang. Samitier mengemas 2 gol untuk kemenangan Madrid 2-1 dan satu gol dalam pesta kemenangan 4-0 atas sang rival abadi pada laga berikutnya.

Pemain Barcelona yang pindah ke Real Madrid pertama kali adalah Alfonso Albeniz (1902). Sementara, yang berganti kostum dari Madrid ke Barcelona adalah Luciano Lizarraga pada tahun 1905.

Johan Cruyff Datang, Barcelona Menggulung Madrid 5-0

1974 adalah tahun ajaib bagi Barcelona. Kedatangan maestro sepakbola Belanda ke Camp Nou menjadi berkah tersendiri. Sebelumnya, El Barca lebih dari satu dekade tak memenangkan liga. Namun, begitu Cruyff datang, Barcelona langsung menjuarai Primera Divison di musim pertamanya.

Yang lebih sensasional, Cruyff juga mengantar Barcelona menggilas Madrid 0-5 pada 17 Februari 1974 di kandang lawan. Ia mencetak satu gol sementara gol lain dibuat oleh Asensi (2 gol), Juan Carlos, dan Sotil. Tak ayal lagi, ini adalah salah satu kemenangan tergemilang Barcelona sepanjang sejarah atas musuh bebuyutan yang lebih mendominasi gelar La Liga.

Pertandingan Hari Jumat Karena Permintaan Polisi

Hingga kini, jarang sekali ada laga hari Jumat di La Liga. Namun, hal ini pernah terjadi pada 30 April 1976. Tak tanggung-tanggung, laga yang dimainkan adalah laga El Clasico.

Pihak kepolisian meminta laga Real Madrid vs Barcelona saat itu digeser dari jadwal sebelumnya, Sabtu 1 Mei 1976 untuk lebih maju sehari. Alasannya, pihak keamanan takut pada kemungkinan El Clasico digunakan sebagai upaya “pemberontakan”.

Maklum, 1 Mei 1976 adalah Mayday pertama setelah kematian Jenderal Franco. Bukan tidak mungkin Cules yang “nakal” menggunakan laga El Clasico yang bertepatan dengan hari buruh sedunia untuk memberontak.

Laga itu sendiri, berakhir dengan kemenangan Barcelona 0-2. Sala satu gol dicetak oleh mantan pelatih Barcelona pada era 2000-an, Carles Rexach.

Dua “Lambaian Tangan” Michael Laudrup

Legenda Denmark ini menciptakan rekor unik dalam sejarah El Clasico. Ia menjadi satu-satunya pemain yang bisa merasakan nikmatnya pembantaian ketika berada di masing-masing klub. Laudrup lebih dahulu berada di Barcelona.

Ia menjadi saksi hidup pada 8 Januari 1994. Saat itu, tiga gol Romario, dan masing-masing satu dari Ronald Koeman plus Ivan Iglesias, membuat perbedaan besar antara tim impan Johan Cruyff (saat itu melatih Barcelona) atas Real Madrid. Ya, Barcelona unggul 0-5 di Bernabeu.

Namun, setahun kemudian, ketika Laudrup hijrah ke Los Blancos, kejadian pahit berubah haluan. Giliran Real Madrid yang mengandaskan Barcelona 5-0 pada 7 Januari 1995. Ivan Zamorano mencetak hattrick dan Luis Enrique plus Amavisca menambah skor yang membuat malam Barcelona begitu gelap gulita.

Laudrup pun berhak melambaikan tangan sekali lagi untuk dua klub berbeda.

Lemparan Kepala Babi untuk Luis Figo

Tidak ada pemain yang begitu dicintai Cules seperti Luis Figo. Sekaligus, tidak ada pengkhianat paling memuakkan kecuali dirinya.

Pemain Portugal ini bertamu ke Camp Nou dalam semifinal Liga Champions musim 2001/2002. Ketika hendak melakukan tendangan sudut, sebuah benda terlempar ke sisinya. Beruntung Figo tak terkena karena benda itu adalah kepala babi goreng yang dibakar Cules khusus untuknya.

Bahkan, Figo sempat diancam akan dibunuh kalau berani menjejakkan kaki ke stadion kebanggaan rakyat Catalan; janji yang tak akan bisa dipenuhi Cules sampai kapan pun.

http://www.youtube.com/watch?v=YlPJAmIv7Ig

Pepe Reina Lebam Oleh Madridista

Pepe Reina, kiper Liverpool, pernah merasakan ganasnya El Clasico. Ia adalah kiper cadangan Barcelona dalam laga Madrid vs Barca pada 18 Maret 2001. Reina tidak sibuk untuk menepis tendangan lawan karena ia cuma berada di pinggir lapangan.

Namun, ia justru sibuk menepis tonjokan seorang Madridista yang seolah ingin meluapkan kekesalan. Lumayan, Reina menerima tiga tonjokan dan aksi itu direkam televisi.

Santiago Bernabeu Bertepuk Tangan untuk Ronaldinho

Pendukung Real Madrid boleh saja menganggap Barcelona sebagai musuh sembilan belas turunan. Namun, ketika tim kesayangan bermain jelek dan sang musuh tampil menawan, tampaknya Madridistas yang didominasi orang kaya, bisa berbalik arah.

Hal ini terjadi pada 19 November 2005. Pemain ajaib Ronaldinho, menyihir Santiago Bernabeu dengan aksi-aksi menawannya. Setelah gol Samuel Etoo, Ronaldinho menghukum Iker Casillas dengan dua gol luar biasa berkelas. Madridistas mesti menyerah pada keadaan dan banyak yang melakukan standing ovation untuk Ronaldo kecil.

Skandal Bernabeu

Hal paling tidak mengenakkan dalam sepakbola adalah kekalahan. Jose Mourinho didatangkan Real Madrid untuk menghindari hal ini. Apalagi ketika melawan Barcelona. The Special One memang awalnya memiliki track record bagus menghadapi El Barca.

Namun, apa boleh buat. Pada semifinal Liga Champions musim lalu, rencana Mou berantakan. Ia menugaskan Pepe untuk meredam gelandang Barcelona. Tapi tindakan tolol Pepe plus akting drama Dani Alves, sukses mengusir pemain Portugal keluar lapangan. Madrid yang pincang, terbobol dua kali oleh aksi memukau Lionel Messi.

Tak terima dengan kekalahan, Mourinho menyebut, kartu merah Pepe sebagai Skandal Bernabeu. Ia bahkan menuding ada konspirasi UEFA untuk menyingkirkan klub-klub asuhannya.

Aksi Colokan Mata Jose Mourinho

Tragedi paling unik terjadi pada Piala Super Spanyol awal musim ini. Madrid tertinggal 3-2 di Camp Nou oleh gol cantik Lionel Messi. Marcelo sepertinya ingin menerapkan doktrin Mourinho, timnya akan kalah dari Barcelona kalau bermain dengan 10 orang.

Karena hingga menit terakhir belum ada pemain Madrid yang diusir, Marcelo pun menebas kaki Cesc Fabregas. Ia keluar dan terjadilah kericuhan.

Konon David Villa mencemooh agama Mesut Ozil dengan menyebutnya teroris. Sementara, Jose Mourinho tak mau melewatkan kesempatan. Ia begitu gemas dengan Tito Vilanova, asisten Josep Guardiola, sehingga merasa perlu (hampir) mencolok matanya.

http://www.youtube.com/watch?v=UNajyNeem3w

Debut Cesc Fabregas dan Alexis Sanchez di El Clasico

Fabregas bermigrasi ke Arsenal delapan tahun. Ketika ia pulang ke Barcelona, lawan yang dihadapinya langsung Real Madrid. Ya, hal ini terjadi pada Piala Super Spanyol musim ini. Bahkan, Cesc cuma turun 10 menit di leg kedua.

Hebatnya, dalam waktu yang sebentar, ia sukses memberikan umpan kepada Adriano. Bek sayap Brazil pun mengirim bola ke Lionel Messi dan sang mesiah menuntaskannya sebagai gol.

Kemenangan ini mengobati kekecewaan Fabregas yang di tingkat junior, selalu kalah dari Real Madrid.

Sementara itu, satu pemain baru lain, Alexis Sanchez, juga melakukan debut berkostum Barcelona saat melawan Madrid di Piala Super Spanyol. Bedanya, Alexis turun pada leg pertama di Santiago Bernabeu. Meskipun tidak mencetak gol, Alexis sukses mengacak-acak pertahanan Real Madrid.

Alexis Sanchez

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda