Scroll to Top

Jika Memenangi El Clasico, Jose Mourinho Manajer Terbaik Real Madrid Sepanjang Masa

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 10 Dec 2011

Kemenangan cerdas melawan Ajax Amsterdam dengan sekumpulan pemain cadangan memberikan kredit terbesar dalam karier Jose Mourinho. Dengan 3 angka ini, Mou sederajat dengan Miguel Munoz, manajer Real Madrid pada musim 1960/1961. Ya, keduanya sama-sama mencatatkan 15 kemenangan beruntun.

Jose Mourinho

Maka, seandainya Los Blancos menggulung Barcelona di El Clasico, otomatis Mou akan meraih 16 kemenangan. Ia akan menjadi manajer terbaik Real Madrid sepanjang masa khusus dalam bidang rekor kemenangan beruntun.

Real Madrid terakhir kali kehilangan angka dalam duel menghadapi Racing Santander, 21 September 2011 lalu. Kala itu, Los Blancos tertahan 0-0 di kandang lawan. Selanjutnya, semua berjalan mulus. Termasuk, 100% kemenangan di bulan Oktober dan November sehingga Madrid menjadi klub terbaik versi IFFHS.

Jika dibandingkan, keadaan hampir mirip. Miguel Munoz pada musim 1960/1961 memulai kemenangan beruntunnya denga menguliti Real Oviedo 7-0. Sementara, musim ini, rekor Jose Mourinho dimulai dari menggasak Rayo Vallecano 6-2. Dua kejadian ini sama-sama terjadi di kandang sendiri.

Dari 15 laga tersebut, pasukan Miguel Munoz berhasil mencetak 57 gol dan hanya kemasukan 8 gol. Sementara, Madrid era Mourinho melepaskan 57 gol dan terbobol 9 kali, hanya minus 1 gol dari salah satu tim terbaik Real Madrid sepanjang masa.

Perbedaannya, rekor 15 kemenangan Munoz diciptakan hanya dari kompetisi domestik. Sementara, Mou tampaknya lebih andal. 15 kemenangannya terbagi menjadi 10 kemenangan di La Liga, dan 5 kemenangan di Liga Champions.

Selain itu, kekuatan Real Madrid modern lebih merata. Di era Munoz, hanya ada 5 pemain yang mencetak 57 gol dalam 15 laga tadi. Sementara, Mou bisa memaksa 12 pemainnya untuk menciptakan jumlah gol yang sama dalam jumlah laga yang persis pula.

Kemenangan super era Munoz, terhenti oleh Real Oviedo, tim yang sama dengan yang dibantai mereka untuk membuka rekor 15 kali menang berturut-turut. Tampil di kandang lawan, Real Madrid kala itu cuma bermain 0-0.

Kesempatan emas datang untuk Mou Minggu dini hari nanti. Ia berada dalam dua pilihan: menjadi manajer terbaik Real Madrid sepanjang masa, atau kembali takluk pada sejarah Santiago Bernabeu yang dalam tiga tahun selalu memenangkan Barcelona.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda