Scroll to Top

Industri Koran Amerika Terancam Oleh Teknologi Gadget

By Joko Utomo / Published on Saturday, 10 Dec 2011

Penyakit Penggila Gadget

Saat ini banyak industry percetakan dan koran di Amerika yang harus gulung tikar. Hal ini terutama sekali disebabkan karena banyak pelanggan yang menjadikan koran digital dan internet sebagai media untuk mendapatkan informasi, baik melalui ponsel atau handphone, iPhone atau Blackberry maupun buku elektronik.

Sebuah hasil penelitian yang belum lama ini dilakukan menunjukan bila banyak warga Amerika yang memanfaatkan media offline maupun online jika ingin memperoleh berita terbaru. Namun yang terjadi saat ini adalah makin banyak media pemberitaan yang menggunakan media online sebagai alat pemberitaan dibanding dengan media yang lain seperti koran dan radio.

Hal ini tentu menjadi peristiwa yang sama sekali tidak menggembirakan para pelaku industri bidang percetakan. Dalam situs resminya melalui fasilitas multi media, VOA (Voice Of America) juga mengabarkan jika banyak industry koran besar yang mengalami kemunduran bahkan ada yang harus tutup.

Koran Rocky Mountain yang telah satu setengah abad beredar telah menghentikan operasinya. Kemudian koran Seattle Post Intelligencer juga mengalami nasib yang tidak jauh berbeda setelah terbit selama 146 tahun. Demikian pula dengan koran The Christian Science Monitor yang telah berusia seratus tahun.

Penerbit San Fransico Chromicle juga membuat pernyataan jika keadaan ini nyaris membuat kota San Fransico tidak mempunyai koran lagi. Sementara itu koran The Washington Post telah membuat keputusan untuk mengurangi anggaran hingga mencapai 40%.

Dengan menggunakan handphone, iPhone dan situs sosial seperti facebook atau google, setiap orang kini bisa menjadi jurnalis dengan sebutan “citizen journalist” atau “jurnalis awam.”  Kepala laboratorium Jurnalis dari American University Jan Schaffer mengatakan bila meski sumber berita yang digunakan bebeda dengan jurnalis yang profesional, bukan berarti tidak punya nilai jurnalis. Hanya saja nilai tersebut memang berbeda.

Menurut Jim Gaines mantan pemilik majalah Time hal ini bisa terjadi karena pelaku industri koran tidak mampu untuk menggunakan teknologi digital atau dunia cyber dengan maksimal. Namun apapun yang terjadi yang lebih penting adalah masyarakat tetap bisa mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda