Scroll to Top

Apa Kata Jose Mourinho Seputar Kekalahan Real Madrid di El Clasico?

By Fitra Firdaus / Published on Sunday, 11 Dec 2011

Ia pernah begitu menakutkan bagi Barcelona. Sosok Jose Mourinho adalah pemangsa El Barca ketika berada di Porto, Chelsea, dan Internazionale. Atas dasar fakta inilah Florentino Perez menggaetnya sebagai pelatih Real Madrid.

Jose Mourinho 1

Ya, ketika lawan utama tengah menciptakan dominasi dengan generasi emas mereka, Los Blancos sangat membutuhkan satu atau dua kemenangan demi pemulihan harga diri yang tak sengaja rusak oleh Barcelona.

Real Madrid, pemiliki 31 gelar La Liga dan 9 juara Liga Champions, dari segi jumlah piala jelas masih unggul daripada Barcelona.

Namun, fakta menyebutkan, kehadiran Jose Mourinho tak mampu menghentikan laju El Barca.

Musim lalu Barcelona dua kali menang, dua kali imbang, dan sekali kalah. Musim ini, El Barca lagi-lagi merusak skenario Jose Mourinho dengan dua kali kemenangan dan sekali seri.

Maka, di depan pers, The Special One pun mengucapkan sabda tentang kekalahan ini. Bagi Mou, skor adalah konsekuensi pertandingan sepakbola.

Katanya, “Ini adalah permainan. Keberuntungan berperanan penting. Kami bisa mencetak gol kedua saat unggul 1-0. Jika keadaan normal, kami pasti sudah melakukannya karena Cristiano (Ronaldo) selalu mencetak gol. Permainan berimbang di babak pertama dan Barcelona mencetak gol beruntung di babak kedua. Barcelona mendominasi secara psikologis dan bebas bermain dengan gaya mereka.”

Mourinho juga menganalisis gol pertama Barcelona yang dicetak Alexis Sanchez. Ia tidak suka dengan gol ini karena dengan cara seperti itulah Madrid selalu terbobol oleh sang rival abadi. Mou juga sebenarnya sudah menyiapkan strategi dengan menggunakan dua gelandang bertahan.

Lassana Diarra dan Xabi Alonso dipasang untuk menemani Mesut Ozil. Namun, rencana berantakan karena Ozil tak bisa berbuat banyak. Upaya mengganti Lass dengan Khedira dan Ozil dengan Kaka juga tak mengubah skor.

Mou juga menyoroti tackle Lionel Messi kepada Xabi Alonso yang tidak berbuah kartu merah.

Dengan halus, Mou berkata, “Messi seharusnya dikeluarkan. Tapi, wasit lebih jelas dalam melihat daripada saya yang jaraknya 40 hingga 50 meter. Saya tidak akan mengkritik sebelum melihat di TV. Pemain saya (Real Madrid) sering diberi kartu merah karena keputusan (wasit) yang salah.”

Meskipun kesannya Mourinho tak bisa menerima kekalahan, jurus ini sangat ampuh untuk mempertahankan mental para pemain Madrid. Bayangkan seandainya Mou justru mencak-mencak karena para pemain loyo dan kurang gereget. Sudah jatuh oleh sang rival abadi, masih ditambah dicerca pelatih sendiri.

Mou mungkin dikenal banyak beralasan oleh musuh-musuhnya. Namun, bagi pemain Madrid —dan semua pemain yang pernah dilatihnya— ia adalah pahlawan yang selalu membela tim. Kata-kata penutup konferensi persnya pun, pasti akan memperteguh hati punggawa Los Blancos.

“Saya berbicara kepada Anda semua (jurnalis) karena tim saya kalah. Saya tidak ingin asisten (Aitor Karanka) berhadapan dengan Anda dalam keadaan seperti ini. Konferensi pers akan lebih nyaman dengan kemenangan. Namun, kami kalah dan inilah yang harus saya lakukan (berbicara kepada pers).”

Salut, Mourinho.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda