Scroll to Top

Facebook Meneliti Emosi Dan Ingatan Para Penggunanya

By Melissa / Published on Monday, 12 Dec 2011

Baru-baru ini Facebook mempekerjakan NeuroFocus, sebuah perusahaan yang mengaplikasikan ilmu neuroscience dengan keterkaitannya terhadap konsumen.

Pengaplikasian ilmu ini banyak dimanfaatkan oleh situs-situs dengan layanan premium untuk mengetahui interaksi konsumen terhadap produk mereka. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan data secara kuantitatif mengenai respon orang-orang tentang pengalaman online mereka.

Lalu mengapa Facebook rela repot-repot mengaplikasikan ilmu neuroscience untuk layanan mereka?

Ternyata, raksasa jejaring sosial ini ingin menunjukkan kepada para pengiklan bahwa konteks konten yang jelas akan mengoptimalkan pesan dalam iklan mereka.

Pada bagian pertama studi ini, NeuroFocus menguji tiga situs populer, yaitu New York Times (mewakili berita umum dan komentar pengunjung), Yahoo (mewakili berita ringan dan hiburan) dan Facebook News Page (mewakili aspek sosial).

Kemudian NeuroFocus menganalisis respon bawah sadar para konsumen di situs-situs tersebut dengan melihat tingkat perhatian, interaksi emosional dan ingatan  mereka.

Hasil yang muncul menunjukkan bahwa 3 situs di atas memang lebih unggul dari situs-situs lainnya. Facebook sendiri memiliki skor tertinggi di antara 3 situs tersebut.

Pada bagian kedua studi ini, NeuroFocus tetap memakai variabel yang sama untuk memeriksa respon orang-orang terhadap iklan yang sama, namun dengan media yang berbeda. NeuroFocus menggunakan TV, situs perusahaan dan Facebook Page untuk menganalisis iklan-iklan tersebut.

Lagi-lagi hasil studi menunjukkan bahwa para konsumen memiliki reaksi yang berbeda-beda terhadap iklan tersebut. Facebook memiliki skor tertinggi di interaksi emosional, kedua di tingkat perhatian dan ketiga di daya ingat.

Berikut penjelasan dari CEO NeuroFocus, Dr. A. K. Pradeep:

“Studi ini menggarisbawahi bahwa pengukuran menyeluruh terhadap aspek neurologis dapat membantu pengambilan keputusan untuk beriklan di internet.

Kemampuan untuk memahami respon bawah sadar konsumen terhadap situs-situs premium akan membawa pengertian baru mengenai cara orang-orang berinteraksi dengan situs tersebut dan juga terhadap layanan media sosial.”

Meski studi ini memang dibiayai oleh Facebook sehingga hasilnya mungkin lebih condong terhadap layanan jejaring sosial tersebut, namun aspek penelitian ini sangat menarik karena dapat menilai sisi lain dari interaksi manusia terhadap media sosial.

(via Facebook Fan Central)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda