Scroll to Top

Rahmad Darmawan Mundur Karena Tak Boleh Memanggil Pemain ISL?

By Fitra Firdaus / Published on Tuesday, 13 Dec 2011

Pelatih timnas U-23, Rahmad Darmawan, secara mengejutkan mengundurkan diri hari ini. Dalam surat yang disampaikan kepada Sekjen PSSI, mantan pemain timnas era 1980-an hingga awal 1990-an ini, menyebutkan faktor kegagalan di SEA Games-lah yang menjadi penyebab utama ia melepas jabatan pelatih Garuda Muda.

Rahmad Darmawan

Sebelumnya, dalam SEA Games lalu, Indonesia ditargetkan meraih medali emas yang sudah 20 tahun tak digenggam. Perjalanan timnas U-23 sendiri cukup apik. Tampil sebagai runner-up grup, Garuda Muda mampu lolos ke final. Sayang, di laga terakhir, seperti kala AFF Cup 2010, lagi-lagi Malaysia yang menaklukkan Indonesia. Kali ini, dengan cara lebih pahit, lewat adu penalti.

Secara tersurat, Rahmad Darmawan yang pernah mengantarkan Sriwijaya FC tiga kali berturut-turut menjuarai Copa Indonesia, memang menyatakan medali perak sebagai alasan pengunduran dirinya. Namun, gosip beredar bahwa hal lain yang mendorong pelatih ini meninggalkan jabatan adalah kisruh kompetisi yang tak berkesudahan.

Musim ini, di Indonesia muncul dua liga, yaitu Liga Prima Indonesia (LPI) dan Liga Super Indonesia (ISL). LPI diusung PSSI sebagai liga resmi dan sudah diakui AFC plus FIFA. Sementara, ISL yang dibawa Djoko Driyono, berusaha mempertahankan hasil kongres Bali dan statuta PSSI era Nurdin Halid. ISL adalah bentukan mereka yang tidak terima ketika klub-klub Liga Primer Indonesia dimasukkan ke kompetisi dan langsung duduk di jenjang teratas.

Konflik meruncing ketika PSSI menyatakan, pemain timnas yang bermain di ISL tidak bisa dipanggil ke timnas. PSSI sebenarnya hendak menerapkan pasal 79 statuta FIFA.

Dalam pasal tersebut, secara implisit dijelaskan bahwa timnas sebuah negara harus berisi pemain-pemain yang berkompetisi di liga yang disahkan oleh federasi setempat. Dalam hal ini, karena ISL ilegal, pemain-pemain seperti Okto Maniani (Persiram) hingga Patrich Wanggai (Persidafon) tak boleh dimasukkan.

Gosip yang beredar menyebutkan, Rahmat mempertanyakan haknya sebagai pelatih timnas yang semestinya boleh menjaring semua pemain yang menurutnya layak. Namun, keinginan terbentur pada kenyataan larangan PSSI. Apakah Rahmad Darmawan menjadi korban berikutnya dari konflik PSSI dengan klub?

Kerabat Rahmad Darmawan, Eddy Syahputra, menyatakan dalam surat pengunduran diri mantan pelatih Persikota, tidak ada alasan “pengekangan” dari PSSI. Rahmat hanya merasa gagal memberikan medali emas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda