Scroll to Top

Dituding Yahudi, Ahmad Dhani Dilarang Tampil

By Aditya / Published on Wednesday, 14 Dec 2011

TRIAD (The Rock Indonesia Ahmad Dhani) rencananya akan tampil di Cirebon pada 16 Desember 2011 mendatang. Tapi, sepertinya konser ini urung digelar karena adanya penolakan dari sejumlah Ormas Islam dengan alasan Ahmad Dhani dianggap sebagai penyebar ajaran Yahudi.

”Ada indikasi bahwa Ahmad Dhani itu penyebar Yahudi. Itu terlihat dari lambang-lambang yang dia gunakan dalam video klipnya,” tukas Andi Mulya, juru bicara Gerakan Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat (Gapas) belum lama ini.

Selain Gapas, ormas lainnya yang menolak kehadiran Ahmad Dhani di Cirebon antara lain Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI), Forum Silaturahmi Kota Wali (Foskawal), Gerakan Muslim Cirebon (GMC), Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM), Pagar Aqidah (GARDAH), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII), Persatuan Islam (PERSIS), serta tidak ketinggalan Front Pembela Islam (FPI).

Andi Mulya melanjutkan, apabila pentolan Dewa 19 itu tetap memaksakan diri untuk tampil di Cirebon, maka umat Islam di Cirebon akan merasa tersinggung.

”Oleh karenanya, kami meminta kepada penyelenggara agar konser itu dibatalkan. Kami juga akan datangi Polres Cirebon, selaku pemberi izin konser, agar tidak memberi izin,” cetus Andi Mulya.

Sementara itu, pihak penyelenggara yang mengundang TRIAD ke Cirebon bingung dengan alasan yang dituduhkan kepada Ahmad Dhani sehingga mantan suami Maia Estianty itu dilarang tampil.

”Saya tidak tahu jika Ahmad Dhani dinilai sebagai penyebar Yahudi. Saya hanya ingin memberi hiburan kepada warga Cirebon, tidak bermaksud melukai hati siapa pun,” kata Yogi Krisdiantara, Manajer Mithas Pub & Diskotik selaku penyelenggara acara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda