Scroll to Top

Tanda-Tanda Lailatur Qadar? Ini Penjelasan Kepala LAPAN

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 01 Jul 2016

Kapan Malam Lailatul Qadar 2013

Tanda-tanda Lailatur Qadar sering dijelaskan dengan langit yang terlihat lebih cerah pada malam hari, dan sebagainya. Namun menurut kepala LAPAN, Thomas Djamaludin kepada Okezone, ciri-ciri Lailatul Qadar tidak serta merta mesti demikian. Ia menekankan, tanda-tanda tersebut lebih bersifat spiritual atau merupakan pengalaman pribadi seseorang yang mendapatkan anugerah malam seribu bulan tersebut.

Salah satu keistimewaan 10 hari terakhir Ramadan adalah Lailatul Qadar. Begitu istimewanya malam ini sehingga tercantum dalam Surah Al-Qadar 1–5, “esungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”

Rasulullah saw. tidak mengungkap secara pasti, kapan peristiwa tersebut terjadi. Meskipun demikian beliau menyebut, “Carilah  Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan” (H.R Bukhari). Oleh karenanya, beredar keyakinan di sebagian besar kalangan muslim, Lailatul Qadar akan terjadi pada malam 21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan.

Tidak sedikit pula yang berkeyakinan, ada tanda-tanda alam sebelum Lailatul Qadar terjadi. Semisal, udara yang tenang dan damai,  matahari cerah tapi tidak panas, dan suasana yang teduh menyejukkan. Namun, menurut Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin, tanda-tanda alam seperti itu tidaklah mutlak.

Ciri-Ciri Datangnya Malam Lailatul Qadar 2016

Karena kalender Hijriyah dibuat dengan melintas musim, dengan demikian akan ada saat ketika Ramadan bertepatan dengan musim-musim kala cuara tidak bersahabat. Kepada Okezone.com, Thomas Djamaluddin menuturkan, “Ada yang mengatakan pada malam lailatul qadar ada tanda-tandanya, namun menurut saya sebenarnya (malam tersebut) tidak ada tanda-tandanya.”

“Orang yang mengatakan malam itu langit terlihat cerah sekali, tidak ada angin, itu sulit untuk dibuktikan (dari kaidah sains), dan sulit untuk dijadikan tanda.”

Oleh karenanya, Thomas Djamaluddin memperkirakan, tanda-tanda Lailatul Qadar tersebut bersifat personal yang dialami seorang muslim. Ia menyebut, “Lailatul (Qadar) sendiri lebih ke arah personal. Tidak bisa seseorang dikatakan bisa mendapatkan (malam tersebut) seperti seseorang lainnya, itu sangat personal.”

“Yang jelas di saat seseorang mendapatkan malam lailatul qadar, mungkin ia merasa senang sekali sehingga merasakan cuaca di langit terang sekali, angin tenang sekali. Jadi, (tanda-tanda) itu lebih ke arah nuansa hatinya.”

Komentar Anda