Scroll to Top

ISIS Cambuk Warga 80 Kali Jika Berani Pakai Jersey Barca & Madrid

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 22 Sep 2016

ISIS Cambuk Warga 80 Kali Jika Berani Pakai Jersey Barca & Madrid 2

ISIS memberikan hukuman cambuk 80 kali terhadap warga di wilayah kekuasaan mereka jika berani memakai jersey yang disponsori Adidas dan Nike. Artinya, penggemar Barcelona, Real Madrid, AC Milan, hingga timnas Inggris, Jerman, dan Amerika Serikat, tidak bisa mengenakan jersey tim kesayangan mereka. ISIS mengklaim ancaman hukuman tersebut diterapkan demi mengikis penyembahan ‘berhala-berhala baru’yang diciptakan dunia Barat.

Sebelumnya, ISIS sudah beberapa kali menyampaikan pandangan ekstrem soal sepakbola. Oktober 2014 lalu, warga yang kedapatan menonton laga El Clasico antara Barcelona vs Real Madrid, bakal dijatuhi hukuman cambuk 80 kali. Awal bulan ini, ISIS kembali membuat banyak orang mengerutkan dahi. Mereka ingin mengubah aturan sepakbola, dengan pemberian hukuman ‘mata dibalas mata’ untuk pelanggaran. Semisal, jika seorang pemain melanggar lawannya hingga patah kaki, maka sang pemain dikenai hukuman yang menyebabkan kakinya juga patah

Kini, ada masalah lain yang dikulik oleh ISIS. Mereka melarang pemakaian semua jersey yang berasosiasi dengan Nike dan Adidas. Ini meliputi semua jersey klub dan timnas yang menempelkan label dua apparel tersebut, entah jersey lama atau jersey baru. Dalam contoh leaflet yang disebarkan di Raqqa, bagian utara Syria, ditampilkan contoh jersey yang dilarang. Termasuk jersey Barcelona lama dengan nomor punggung Messi yang masih 19 (kini 10), dan jersey Real Madrid lama dengan nomor punggung Cristiano Ronaldo yang masih 9 (kini 7).

NINTCHDBPICT000268668639

Siapa pun yang berani melanggar aturan tersebut bakal dicambuk 80 kali di depan publik. Aturan ini diterapkan untuk laki-laki, baik dewasa dan anak-anak. Selain itu semua pakaian yang mengandung unsur salib St.George, bendera Amerika Serikat, bendera Prancis, dan bendera Jerman juga dilarang.

Ahli Timur Tengah, Aymenn Al-Tamini menyebutkan, “Salah satu tujuan ISIS adalah menyajikan imej pembelajaran religius, menampilkan pengetahuan mereka tentang hukum Islam untuk membenarkan tidnakan mereka, juga menampilkan bahwa ISIS ini adalah otoritas moral (bagi warga di wilayah kekhalifakan mereka).”

“Jelas bahwa ISIS dan ulama mereka sangat akrab dengan teks agama dan menggunakan (tafsiran mereka terhadap) ayat-ayat suci untuk meyakinkan dan membujuk pengikut ISIS.”

Komentar Anda