Scroll to Top

PSPS Pekanbaru Dibubarkan

By suguh kurniawan / Published on Wednesday, 22 Jun 2011

Secara resmi skuad PSPS dibubarkan oleh Wali Kota Pekanbaru Herman Abdullah. Herman berharap agar tim ‘Asykar Batuah’ dapat tetap eksis pada musim depan. Hal itu ia tandaskan di kediamannya di  Jl Ahmad Yani, Senin (20/6) malam.

Faktor dana ditengarai menjadi penyebabnya. Lantaran dari 13,5 Miliar yang dihabiskan untuk mengarungi kompetisi tahun ini 12,5 miliarnya menggunakan dana APBD.

Adapun untuk tahun depan ia tak banyak berkomentar. Pasalnya tak cuma PSPS namun semua klub profesional tak diperbolahkan lagi menggunakan uang negara. Herman sadar meski jabatannya sebagai Ketua Umum PSPS berakhir pada 2013 namun dirinya tak bisa lagi full menarik pelaku dunia usaha untuk membantu klub kebanggaan masyarakat Riau itu. Hal tersebut berkaitan dengan masa jabatannya sebagai walikota akan berakhir pada 19 Juli mendatang.

“Saya titipkan PSPS kepada Wako (Wali Kota) yang baru, Lanjutkan. Mudah-mudahan mereka bisa mencari jalan keluarnya. Meski dana untuk klub profesional tak bisa lagi, tapi dana untuk pembinaan usia dini kan bisa. Kita berharap PSPS harus tetap ada musim depan,” paparnya.

Pernyataan Herman dikuatkan oleh mantan Manajer PSPS, Dastrayani Bibra selasa kemarin, “Tadi malam pak wali secara resmi langsung membubarkan tim PSPS Pekanbaru setelah didahului dengan acara makan malam dan silaturahim dengan pemain.”   Meski peringkat PSPS turun bila dibanding tahun lalu,  Ide begitu sapaan akrab Dastrayani menegaskan timnya telah tampil maksimal. Menurut Ide banyak faktor yang memengaruhi, diantaranya berpindah pindahnya lokasi homebase. Setelah stadion Kaharuddin direnovasi untuk kepentingan Pekan Olahraga Nasional Riau tahun 2012, mereka musti menggunakan Stadion Haji Agus Salim (markas Semen Padang) dan ke Stadion Sport Center, Taluk Kuantan.

PSPS menempati urutan 7 musim lalu. Sedang musim ini peringkatnya melorot ke posisi 11 dengan raihan  33 poin dari 28 pertandingan. Dengan hasil 10 kali menang, 3 kali seri, dan 15 kali kalah.

Adapun Abdul Rahman Gurning memilih untuk tetap membesut PSPS meski keberadaan nasib klub tersebut belum jelas tahun depan. Selain sudah dianggap sebagai keluarga sendiri, faktor jarak antara tempat kelahirannya Medan dengan Pekanbaru terbilang dekat. “Pokoknya PSPS tetap saya prioritaskan. Meski nanti ada yang menawar dengan harga tinggi, PSPS yang saya pilih pertama,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda