Scroll to Top

Barcelona Mengakhiri Kutukan Selalu Seri Pasca Laga Interkontinental

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 23 Dec 2011

Kemenangan besar 9-0 atas L’Hospitalet tidak hanya mengukir kemenangan terbesar di era Pep Guardiola. Tetapi juga, memupus kutukan yang selama ini menyelimuti kubu Barcelona.

Barcelona vs L'Hospitalet

Barcelona tercatat sudah melakoni tiga laga final di Piala Dunia Antar Klub (atau sebelumnya bernama Piala Interkontinental). Yaitu, pada tahun 1993, 2006, dan 2009. Uniknya, dalam pertandingan setelahnya, mereka selalu menuai hasil seri.

1. Rayo Vallecano 3-3 Barcelona (20 Desember 1993)

Kutukan dimulai pada tahun 1993. Saat itu, Barcelona dikandaskan Sao Paulo di Piala Interkontinental yang saat itu cuma mempertemukan wakil Amerika Selatan vs wakil Eropa.

Laga pertama pasca kekalahan itu adalah menghadapi Rayo Vallecano, tim sekota Real Madrid, di pentas La Liga. Barcelona cuma bisa memaksakan skor imbang 3-3. Namun, dari segi pertandingan, pasukan Johan Cruyff layak berbangga.

Maklum, mereka menjalani duel ini dengan 3 kartu merah. Duo andalan, Hristo Stoickhov dan Ronald Koeman diusir dari lapangan. Barcelona bahkan sempat tertinggal 3-1 dari tuan rumah.

2. Barcelona vs Atletico Madrid (21 Desember 2006)

Kutukan kedua terjadi 13 tahun kemudian. Kala itu, Barcelona yang ditangani Frank Rijkaard, mengikuti jejak Barcelona era Johan Cruyff untuk gagal di Piala Dunia Antar Klub. Internacionallah yang menggagalkan mimpi El Barca meraih trofi terbaik dunia untuk pertama kali.

Seolah terbebani oleh kekalahan ini, Barcelona cuma bisa menahan seri Atletico Madrid 1-1 di Camp Nou. Dua gol duo kesebelasan yang bermusuhan dengan Real Madrid ini dicetak dua pemain yang sekarang sudah hengkang. Yaitu Ronaldinho dari Barcelona (sekarang AC Milan) dan Sergio Aguero (Manchester City).

3. Barcelona vs Villarreal 1-1 (2 Januari 2010)

Barcelona menutup tahun 2009 dengan memetik hasil juara Piala Dunia Antar Klub pertama sepanjang sejarah setelah menekuk Estudiantes 2-1. Sekaligus, menjadi tim pertama yang mampu merebut 6 trofi dalam setahun. Namun, Pep Guardiola tetap saja melanjutkan tradisi buruk selalu seri pasca laga interkontinental.

Menghadapi Villarreal yang sedang bagus-bagusnya, El Barca cuma bisa bermain seri 1-1 di kandang.

Alhasil, kemenangan hari ini, 9-0 atas L’Hospitalet, adalah tiga angka pertama Barcelona sepanjang masa pasca laga internasional. Kemenangan ini juga merupakan kemenangan terakhir Barcelona di tahun 2011. Laga El Barca berikutnya terjadi pada derby sekota melawan Espanyol pada 15 Januari 2012.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda