Scroll to Top

Waspada, Wanita Paling Sering Mengalami Masalah Psikologis Ini

By C Novita / Published on Tuesday, 04 Oct 2016

depresi remaja

Wanita banyak dipengaruhi oleh perasaannya, sehingga rentan mengalami masalah psikologis. Fakta tersebut juga diungkap oleh penelitian yang dipublikasikan oleh the American Psychological¬†Association’s Journal of Abnormal Psychology. Karena itu dalam menghadapi problem, wanita lebih sering mengalami masalah psikologis dibanding pria.

Berikut ini beberapa masalah psikologis yang kerap dialami oleh wanita, seperti dilansir laman Prevention:

Depresi

Selama hidup, wanita mengalami beberapa perubahan biologis yang berpengaruh pada kehidupan mereka sendiri. Perubahan hormon, bentuk tubuh, dan lainnya itu tak bisa dipungkiri akan memengaruhi hidupnya.

Depresi rentan dialami pada beberapa fase hidup wanita, semisal saat usai melahirkan, saat hamil, menyusui, haid, dan lainnya karena perubahan horrmon.

Di kehidupan sosial pun wanita lebih banyak dituntut untuk tampil rapi, sopan, rajin, dan lainnya. Bahkan urusan rumah tangganya sendiri wanita banyak diberi beban untuk pandai mengurus anak, memasak, bersih rumah, dan itu sangat membebani mental mereka.

Ciri wanita yang depresi adalah ia sering merasa kelelahan, tidak punya semangat, sering menangis, dan emosi.

Cemas

Kaum hawa juga sangat mudah menderita kecemasan, mulai sejak awal pubertasnya hingga usia 50 tahunan. Anda bisa melihatnya dari adanya tegang berlebihan, rasa khawatir, kelelahan, juga ketakutan.

Pemicunya banyak, misalnya norma sosial budaya yang berlaku dimana ia berada. Hal lain adalah karena wanita kadang enggan mencurahkan perasaan dan emosinya serta leebih memilih memendam. Berbeda dengan pria yang lebih mudah meluapkan emosi.

Stres pasca trauma

Yang termasuk pada kategori ini adalah gangguan kecemasan, gangguan panik, fobia dan gangguan kecemasan perpisahan. Wanita lebih rentan alami trauma dibanding pria, karena mereka sering jadi sasaran banyak tindak kejahatan. Misalnya KDRT, pelecehan seksual, perampokan, dan lainnya.

Gangguan makan

Jenisnya semisal bulimia dan anoreksia. Ini adalah gangguan makan yang terjadi akibat gangguan psikologis. Lagi-lagi, tuntutan sosial pada wanita untuk terlihat langsing, menarik, cantik, adalah pemicu paling besar.

Menghadapinya tentu tak mudah, karena wanita perlu bantuan pihak medis untuk melepaskan diri dari berbagai masalah psikologis tersebut.

Komentar Anda