Scroll to Top

Jika 20 Maret 2012 Konflik Belum Beres, FIFA Siap Menghukum Indonesia

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 23 Dec 2011

FIFA resmi memberikan peringatan keras kepada PSSI sebagai pengelola sepakbola di Indonesia. Jika PSSI tidak bisa mengatasi liga ilegal Indonesian Super League hingga 20 Maret 2012, sanksi tegas siap meluncur kepada seluruh elemen sepakbola nasional.

Laga IPL

Selama ini, PT LI dengan Indonesia Super League-nya telah menggelar kompetisi ilegal sejak 1 Desember 2011. Kompetisi tersebut sempat mengundang kontroversi karena PT LI memanipulasi izin yang dikeluarkan BOPI. Menurut BOPI, izin untuk ISL bukanlah kompetisi resmi, namun hanya mengadakan turnamen.

Sementara PSSI berusaha mengingatkan klub-klub agar tidak masuk ke ISL, keadaan tidak menguntungkan bagi badan tertinggi sepakbola nasional tersebut. Beberapa klub seperti Persipura dan Sriwijaya FC, justru membelot. Sementara, Persib yang sudah menggelar laga pembukaan IPL, ikut-ikutan memilih ISL.

FIFA pun mengeluarkan pernyataan tegas.

Pertama, mereka tidak mengizinkan seluruh pemain di ISL untuk bergabung ke timnas negara masing-masing. Hukuman ini tidak hanya terjadi untuk pemain timnas Indonesia. Tetapi juga, pemain-pemain asing yang hingga saat ini masih dipercaya memperkuat timnas negara masing-masing.

Selain itu, FIFA juga mengharamkan semua perangkat pertandingan untuk membantu jalannya setiap laga ISL. Dalam hal ini, wasit, ofisial, dan perangkat pertandingan lainnya, tidak boleh terlibat dalam ISL karena ISL dianggap telah menyalahi aturan FIFA.

Badan tertinggi sepakbola dunia itu juga meminta PSSI untuk melampirkan daftar klub ISL lengkap bersama para pemainnya.

Yang paling menohok kubu ISL tentu saran FIFA agar PSSI memberikan waktu yang terbatas agar klub-klub ISL kembali ke PSSI. Contoh yang diberikan FIFA hanya seminggu. Jika tidak diindahkan, klub-klub tersebut juga akan terkena sanksi FIFA.

Sejauh ini, beberapa klub sudah diberi sanksi berat oleh PSSI, berupa degradasi. Terakhir, Sriwijaya FC, PSIM Yogyakarta, dan Persita Tangerang (dua tim terakhir bersal dari Divisi Utama) didegradasi dan dikenai sanksi. Sriwijaya FC terkena 500 juta sementara PSIM dan Persita mesti membayar 250 juta.

Yang paling penting, seperti yang dibahas di muka, FIFA juga menyarankan PSSI untuk segera mengonsolidasikan semua elemen sepakbola hingga maksimal 20 Maret 2012. Kalau tidak, bukan hanya pemain dan klub ISL yang terkena getah pembangkangan para petinggi klub, tetapi juga semua pihak yang berkecimpung di dunia sepakbola Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda