Scroll to Top

Festive Period: Periode Tersibuk Peserta Premier League

By Wan Faizal / Published on Friday, 23 Dec 2011

Pernah mendengar istilah Festive Period di sepakbola Inggris? Ya, Festive Period adalah periode dimana tim-tim di Inggris harus menjalani serangkaian pertandingan dalam rentang waktu yang tidak lama.

Festive Period dimulai pada akhir Desember hingga awal Januari. Dalam rentang waktu tersebut, setiap klub harus bertanding minimal tiga kali.

Ini tak lepas dari tradisi masyarakat di Inggris sana, dimana ada istilah Twelve Days of Christmas, yakni dalam periode 12 hari sejak tanggal 25 Desember hingga tanggal 5 Januari adalah masa suka cita. Berbagai perayaan akan dilakukan selama masa tersebut.

Oleh karena itulah, pihak FA ingin menjaga tradisi tersebut dengan tetap menggulirkan Premier League meski liga-liga besar Eropa lain dipastikan akan libur pada saat Natal dan Tahun Baru.

Bahkan musim ini, jika ditarik ke belakang, dalam rentang waktu 18 hari, klub-klub Premier League harus melahap lima pertandingan.

Faktor Kebugaran Pemain

Sudah pasti, masalah terbesar ketika melewati masa-masa seperti itu adalah kebugaran pemain. Karena faktor kebugaran pemain lah yang akan menentukan sukses tidaknya sebuah tim melalui Festive Period.

Kondisi ini akan menguntungkan tim yang memiliki kedalaman skuad yang bagus. Dengan memiliki banyak pemain yang kualitas antara pemain inti dan cadangan tidak jauh berbeda, dipastikan akan membuat sang manajer tetap bisa tersenyum.

Ambil contoh Manchester City. Dengan memiliki penyerang kelas wahid seperti Sergio Aguero, Mario Balotelli, serta Edin Dzeko, akan memudahkan Roberto Mancini untuk merotasi ketiganya agar bisa tampil maksimal selama masa Festive Period.

Belum lagi dengan kemampuan David Silva, James Milner, dan Adam Johnson yang bisa dimainkan sebagai penyerang sayap. Mancini bisa leluasa mengubah pola 4-4-2 andalannya menjadi 4-3-3 dengan fleksibilitas yang dimiliki ketiganya.

“Manchester City memiliki kekuatan yang cukup untuk melewati Festive Period. Saya yakin mereka bisa mempertahankan posisi puncak setelah melewati masa tersebut sekalipun mereka harus melawan Liverpool setelah tahun baru,” ujar Alan Hansen.

Kondisi sebaliknya dialami oleh tim yang memiliki skuad pas-pasan atau tim yang sedang dilanda badai cedera pemain. Ambil contoh Arsenal. Arsene Wenger pasti sedang pusing karena lini belakangnya saat ini sedang mengalami krisis.

Cederanya empat bek sayap, yakni Andre Santos, Bacary Sagna, Carl Jenkinson, dan Kieran Gibbs, memaksa ia memainkan Thomas Vermaelen dan Johan Djourou sebagai bek sayap. Dan apesnya, hanya Ignasi Miquel yang bisa menjadi pelapis. Kondisi ini tentu menuntut Wenger untuk pandai berhitung dengan kondisi kebugaran para beknya.

Berikut adalah jadwal pertandingan enam klub besar Inggris selama masa Festive Period:

Manchester City: West Bromwich (Away – 26/12), Sunderland (Away – 1/1), Liverpool (Home – 3/1)

Manchester United: Wigan (Home – 26/12), Blackburn (Home – 31/12), Newcastle (Away – 4/1)

Arsenal: Wolves (Home – 27/12), QPR (Home – 31/12), Fulham (Away – 2/1)

Liverpool: Blackburn (Home – 26/12), Newcastle (Home – 30/12), Manchester City (Away – 3/1)

Chelsea: Fulham (Home – 26/12), Aston Villa (Home – 31/12), Wolves (Away – 2/1)

Tottenham: Norwich (Away – 27/12), Swansea (Away – 31/12), West Bromwich (Home – 3/1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda