Scroll to Top

Post Partum Psychosis, Gangguan Mental Pada Ibu yang Membahayakan Bayi

By C Novita / Published on Tuesday, 11 Oct 2016

post partum psichosis

Post partum psychosis (PPP) atau psikosis pasca melahirkan, bisa digolongkan pada masalah gangguan jiwa yang tingkat keparahannya lebih berat jika dibanding dengan sindrom baby blues dan Post Partum Depression(PPD). Gangguan tersebut dialami oleh ibu yang baru melahirkan, dipicu oleh berbagai macam sebab.

Kita bisa sedikit mengingat kasus seorang ibu yang membunuh dan memutilasi bayinya sendiri di Cengkareng, Jakarta Barat pada bulan Oktober 2016 lalu. Pada pemeriksaan kejiwaan yang ia jalani usai ditangkap pihak kepolisian, ibu muda bernama Mutmainah itu diduga mengalami Post Partum Psychosis.

“PPP bisa terjadi bersamaan dengan baby blues atau PPD, atau bahkan setelahnya, namun sering dialami dalam waktu lebih panjang,” jelas Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani seperti dikutip dari laman Vemale.

Ibu yang usai melahirkan mengalami sindrom baby blues, umumnya 3-5 hari setelah partum. Pemicunya rasa lelah mengurus sang bayi, harus menjalani lompatan kesibukan yang sebelumnya tak ia jalani, utamanya jika itu adalah anak pertama.

Selain itu ibu akan mengalami perubahan emosi yang drastis, bisa sangat sedih lalu jadi gembira, atau gampang terisnggung. Baby blues dialami oleh 80 persen ibu yang baru melahirkan.

Menurut Anna, sindrom itu bisa hilang sendiri setelah 2 pekan atau lebih sedikit, setelah ibu terbiasa dengan kondisi tersebut.

Untuk PPP dan PPD, ia akan belangsung lebih lama. Gejala awal yang ringan bisa makin bertambah berat jika tak segera ditangani.

Biasanya ditambah dengan gejala seperti perubahan pola makan, makin tak selera makan atau bahkan makin suka makan. Perubahan pola tidur, jadi sulit tidur atau makin sering tidur. Juga ditambah depresi dan halusinasi, seperti mendengar bisikan yang ia yakini adanya.

“Sang Ibu merasa sulit menyayangi bayi, bahkan mengutuk diri sebagai ibu yang buruk,” tambah psikolog itu.

Dalam keadaan parah, ibu bisa mencoba menyakiti dan bahkan membunuh anaknya. Perhatian dari keluarga serta suami adalah salah satu cara mengurangi PPP dan PPD serta baby blues.

 

 

Komentar Anda