Scroll to Top

Simone Farina: Bermodal Keberanian

By Wan Faizal / Published on Saturday, 24 Dec 2011

Cesare Prandelli, pelatih Timnas Italia, memberikan hadiah spesial bagi Simone Farina, bek dari klub Serie-B Italia, Gubbio, dengan memasukkan namanya ke daftar pemain Timnas Italia yang akan beruji coba melawan Amerika Serikat pada Februari mendatang.

Prandelli tersanjung dengan keberanian pemain berusia 29 tahun itu. Seperti diketahui, dalam pertandingan Coppa Italia antara Gubbio melawan Cesena pada akhir November silam, seseorang bermaksud menyuap para pemain untuk mengatur hasil pertandingan tersebut.

Namun apa yang terjadi? Jika pada kasus-kasus terdahulu para pemain menerima suap tersebut, namun Farina menolak mentah-mentah uang suap sebesar 200.000 euro tersebut. Maka, banjir pujian pun diterima oleh Farina.

Atas dasar itulah Prandelli akan memasukan nama Farina ke daftar skuad Timnas Italia melawan Amerika Serikat sebagai “hadiah” atas kejujurannya.

“Saya kira apa yang ia lakukan adalah sesuatu yang hebat. Ia menunjukan pada semua bahwa ia memiliki keyakinan dan keberanian. Sekarang terserah bagaimana kita mendukungnya karena apa yang ia lakukan itu tentunya butuh keberanian besar,” kata Prandelli.

Gianluigi Buffon, kapten Timnas Italia, yang saat ini tengah menikmati masa liburannya pun juga tak luput untuk memuji Farina dan menyatakan bahwa ia dan rekan-rekannya akan sangat welcome dengan kehadiran Farina di Coverciano, pusat pelatihan Gli Azzurri.

Namun, Presiden Gubbio, Marco Fioriti, meminta publik untuk tidak terlalu membesar-besarkan apa yang dilakukan Farina. Menurutnya, apa yang dilakukan Farina adalah sesuatu yang normal.

“Hadiah itu sangat penting baginya, tapi apa yang ia lakukan adalah hal yang wajar di dunia olahraga,” ujar Fioriti.

Apa yang dilakukan oleh Farina rasanya menjadi setitik cahaya bagi persepakbolaan Italia yang tercoreng akibat kasus Calciopoli.

Siapakah Farina?

Namanya memang belum terkenal sejak kisahnya ini muncul di media. Maklum saja, Farina lebih banyak menghabiskan kariernya di klub-klub Serie-B dan Serie-C.

Farina lahir di kota Roma pada 18 April 1982. Ia memulai karier sepakbolanya di akademi AS Roma dan sukses menembus Tim Primavera Roma pada 2000-2001.

Sayang, kesuksesan itu tidak berlanjut ketika ia berada di tim utama Roma. Ia sempat dipinjamkan ke Catania sepanjang musim 2001-2002.

Dirasa tidak cukup memiliki kemampuan untuk bersaing di Serie-A, Farina pun akhirnya berlabuh ke Cittadella yang saat itu berada di Serie-C1.

Farina kemudian hijrah ke klub Serie-C2, Gualdo, pada awal musim 2004-2005. Namun kebangkrutan yang dialami Gualdo menyebabkan Farina memilih melanjutkan karier di Celano yang sama-sama berada di Serie-C2.

Awal musim 2007, barulah Farina pindah ke Gubbio, dimana ia hanya menandatangani kontrak selama setahun. Saat itu Gubbio juga masih berada di Serie-C Italia.

Musim 2010-2011, Farina sukses membawa Gubbio promosi ke Serie-B untuk pertama kalinya setelah 63 tahun. Dan kini, nama Farina dipastikan akan semakin dikenal berkat penolakannya terhadap aksi suap tersebut.

Welcome to the national team, Simone…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda