Scroll to Top

Kawal Demo 4 November 2016, Polisi Dilarang Membawa Senjata Api

By C Novita / Published on Monday, 31 Oct 2016

demo 4 november 2016

Terkait munculnya isu adanya perintah tembak ditempat saat demo 4 November 2016 nanti, pihak Polda Metro Jaya justru melarang personilnya membawa senjata api saat melakukan pengawalan.

“Tidak ada perintah untuk menembak di tempat dalam pelaksanaan pengamanan demo. Justru Polri dilarang membawa senjata api saat pengamanan demo atau unjuk rasa tersebut, apalagi menembak di tempat,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono di Mapolda, Jakarta, Minggu (30/10/2016).

Awi menegaskan hal tersebut sekaligus klarifikasi atas beberapa media online yang menurunkan berita bahwa Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan memberi perintah tembak di tempat bila ada pelaku demo yang anarkis di tanggal 4 November 2016 nanti.

Menurut Awi, berita yang simpang siur dan bernada provokasi dapat membuat situasi bertambah keruh. Untuk itu ia berharap agar masyarakat tidak mudah diprovokasi oleh pihak tertentu.

“Mohon untuk dicermati berita yang berkembang yang ingin memperkeruh suasana dan membuat keresahan di masyarakat, dengan memilintir berita, provokasi dan lain-lain yang membuat suasana panas,” kata dia.

Pihak kepolisian akan memberikan pelayanan yang sifatnya persuasif, sebab demo adalah hak warga negara sebagai salah satu cara menyampaikan pendapat dan aspirasi. Pihaknya akan mengawal agar semua berjalan tertib dan lancar.

Aksi demo 4 November 2016 adalah kelanjutan aksi damai yang digalang oleh beberapa ormas Islam untuk menuntut peradilan terhadap Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang telah melakukan penistaan terhadap Al Qur’an surah Al Maidah ayat 51.

 

Komentar Anda